Serigala Kembali Hantui Denmark, Turis Diminta Berani Hadapi!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Serigala Kembali Hantui Denmark, Turis Diminta Berani Hadapi!

Bonauli - detikTravel
Rabu, 29 Jul 2026 21:13 WIB
Dua anak serigala berusia tiga bulan, yang merupakan hasil rekayasa genetika dari spesies dire wolf yang telah lama punah. (Colossal Biosciences via AP
Ilustrasi serigala (Colossal Biosciences via AP)
Kopenhagen -

Kalau Jepang sedang marak serangan beruang, Denmark mulai kedatangan serigala. Pemerintah sudah kasih arahan, turis harus siap tatap-tatapan sama serigala!

Pernah membayangkan lagi asyik liburan, santai menikmati pemandangan, lalu tiba-tiba dari balik semak-semak keluar seekor serigala? Nah, situasi inilah yang sedang dihadapi oleh Denmark.

Setelah sempat "menghilang" selama dua abad sejak serigala terakhir ditembak pada tahun 1813, kawanan hewan pemangsa ini mulai mudik ke semenanjung Jutlandia, Denmark, sejak 2012 lalu. Saat ini, populasinya diperkirakan sudah mencapai sekitar 49 ekor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, jejak sejarah serigala di Denmark sangat tua-tulang tertua yang pernah ditemukan bahkan berusia 13.000 tahun!

Sebenarnya, serigala tergolong hewan pemalu yang sangat jarang mendekati manusia. Namun, awal tahun ini ada fenomena unik di sekitar kawasan wisata populer OksbΓΈl. Beberapa serigala muda terlihat mulai berani berjalan mendekati pemukiman dan tempat wisata, seperti dilansir dari The Guardian pada Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

Melihat hal ini, pemerintah kota Varde bersama Visit Vesterhavet tidak mau ambil pusing. Mereka langsung membagikan selebaran berisi panduan keselamatan di area perkemahan, pondok liburan, hingga kantor informasi turis. Selebaran ini dicetak dalam tiga bahasa sekaligus: Denmark, Inggris, dan Jerman.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika turis berhadapan langsung dengan serigala? Panduan dari pemerintah Denmark ternyata lumayan ekstrem sekaligus dramatis.

Bukannya disuruh lari, wisatawan justru disarankan untuk berdiri diam, tenang, dan menatap matanya secara langsung guna "menunjukkan dominasi". Turis dilarang keras berbalik membelakangi apalagi mencoba mengikuti hewan tersebut.

Jika ingin mengabadikan momen, turis boleh mengambil foto. Namun, jika si serigala tak kunjung pergi, turis disarankan mulai berteriak, bertepuk tangan, dan melambaikan tangan dengan tegap.

Walaupun sampai hari ini belum pernah ada riwayat serangan serigala terhadap manusia di Denmark, pihak berwenang tetap bersiap untuk skenario terburuk. Jika serigala sampai menyerang, instruksinya sangat tegas.

"Anda harus memberikan perlawanan maksimal: pukul dan tendang, dan gunakan senjata tumpul apa pun," tulis pemerintah.

Selain itu, karena potensi bahaya tersebut, anak-anak di bawah usia 10 tahun diwajibkan untuk selalu didampingi oleh orang dewasa selama berada di kawasan OksbΓΈl.

Kembalinya serigala ke habitat aslinya ini ternyata memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat, bahkan menyenggol isu politik. Di satu sisi, serigala merupakan satwa yang dilindungi oleh hukum Uni Eropa.

Namun di sisi lain, sebagian warga dan peternak merasa khawatir. Ketegangan makin memuncak ketika dua ekor kuda poni tewas diterkam serigala dalam rentang waktu dua minggu saja. Kejadian ini bahkan membuat empat politisi dari partai sayap kanan Danish People's Party dilaporkan ke polisi gara-gara mengunggah seruan di Facebook bertuliskan "Tembak serigala".

Jadi, jika kamu berencana jalan-jalan ke Denmark dalam waktu dekat, jangan lupa untuk selalu waspada, persiapkan mental, dan pastikan siap saling menatap mata dengan "penghuni lama".



(bnl/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads