Selamat Soetta! Bandara Tersibuk Kedua di ASEAN

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Selamat Soetta! Bandara Tersibuk Kedua di ASEAN

Bonauli - detikTravel
Selasa, 04 Agu 2026 06:04 WIB
Penumpang pesawat berjalan keluar dari terminal kedatangan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (24/3/2026). PT. Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat pergerakan arus balik Lebaran 2026 pada Selasa (24/3) mencapai 190.429 orang yaitu 90.749 penumpang keberangkatan dan 99.680 penumpang kedatangan dengan total pergerakan pesawat 1.184 penerbangan dan puncaknya diprediksi pada Sabtu (28/3) dengan estimasi penumpang mencapai 198.387 orang serta 1.221 penerbangan. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym.
Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Jakarta -

Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menyalip Kuala Lumpur International Airport menjadi bandara tersibuk kedua di Asia Tenggara.

Perusahaan analisis penerbangan Inggris, OAG merilis daftar bandara tersibuk ASEAN pada bulan Juli. Bandara Soekarno Hatta mendapat peringkat kedua setelah Changi Singapura, seperti dikutip dari situs resminya.

Bandara Soekarno-Hatta mencatat kapasitas 3,3 juta tempat duduk, mewakili peningkatan tahun-ke-tahun sebesar 3,2%, sementara Bandara Changi Singapura mencatat kapasitas 3,56 juta tempat duduk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, posisi ini diisi oleh KLIA. Bandara kebanggaan Negeri Jiran ini turun ke peringkat tiga dengan kapasitas tempat duduk di angka 4,4% atau sekitar 3,15 juta.

ADVERTISEMENT

Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang membentang sekitar 100 kilometer persegi, menjadikannya bandara terbesar di Asia Tenggara berdasarkan luas lahan dan pusat utama untuk perjalanan udara domestik dan internasional.

Bandara tersebut menangani 23,4 juta penumpang internasional pada semester pertama tahun ini, naik 7,8% dari tahun sebelumnya, sementara total pergerakan penumpang tumbuh 5,4% dari tahun ke tahun menjadi 31,7 juta.

Kapasitas keseluruhan di pasar Asia Tenggara berkurang 1,2% dibandingkan Juli tahun lalu menjadi 50,4 juta kursi karena kenaikan biaya bahan bakar yang dipicu oleh ketegangan politik di Timur Tengah, lapor OAG.

Bandara Internasional Suvarnabhumi Thailand berada di peringkat keempat dengan 3,14 juta tempat duduk, turun 1,9%. Bandara Internasional Ninoy Aquino di Filipina berada di lima besar dengan 2,58 juta tempat duduk, turun 5,1%.

Sejumlah maskapai penerbangan Asia Tenggara baru-baru ini memangkas rute internasional di tengah kenaikan biaya bahan bakar. Namun, Indonesia tetap menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara dengan 10,9 juta kursi, meningkat 0,3% dibandingkan 25 Juli.

Indonesia menjadi pasar domestik terbesar di Asia Tenggara dengan 8,7 juta kursi. Kapasitasnya sebagian besar stagnan, dengan peningkatan hanya 0,1% dibandingkan Juli tahun lalu, sekitar 11.400 kursi tambahan.

Dari segi volume, kapasitas penerbangan domestik di Malaysia mengalami penurunan terbesar, yaitu sebesar 508.700 kursi pada 26 Juli.



(bnl/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads