Hotel Rusak Usai Gempa di Mbay-Labuan Bajo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hotel Rusak Usai Gempa di Mbay-Labuan Bajo

Lisye Sri Rahayu - detikTravel
Sabtu, 15 Agu 2026 09:30 WIB
Warga pesisir Kabupaten Bima, NTB, mengevakuasi diri ke perbukitan seusai gempa NTT pada Sabtu (15/8/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Foto: Warga pesisir Kabupaten Bima, NTB, mengevakuasi diri ke perbukitan seusai gempa NTT pada Sabtu (15/8/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Gempa bumi di Mbay, Nagekeo dan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan kerusakan di wilayah sekitar.

BMKG menerima laporan kerusakan di Maumere hingga Labuan Bajo. "Sementara ada laporan kerusakan yang pertama kategori kerusakan sedang, ada beberapa tembok rumah roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, Labuan Bajo, sekitar IV-V MMI," kata Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Teguh Rahayu, pada live di YouTubeBMKG, Sabtu (15/8/2026).

Kerusakan juga terjadi di Pelabuhan Maumere dan hotel di Labuan Bajo. BMKG akan melakukan survei ke lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kategori kerusakan sedang di Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo, dengan sekitaran Vi-VII MMI, BMKG akan melakukan survei ke lokasi terdampak," jelasnya.

Sebelumnya, BMKG juga mencatat sebanyak 37 kali gempa susulan usai gempa M 7 di Mbay, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kekuatan gempa susulan paling tinggi mencapai M 6,2.

ADVERTISEMENT

"Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa," demikian keterangan BMKG dalam live di YouTube, Sabtu (15/8/2026).

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. BMKG mengimbau warga untuk menghindari gedung yang retak akibat gempa.

"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," jelasnya.

Artikel ini sudah tayang di detikNews.



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads