Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis daftar bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi pada Sabtu (16/8/2026). Pemeriksaan dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi fasilitas, personel, serta operasional penerbangan tetap aman.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan berdasarkan informasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, gempa utama pada Sabtu itu tercatat bermagnitudo 7,0 pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa susulan dengan magnitudo 6,2 juga tercatat pada pukul 06.13 WITA. Gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 46 kilometer timur laut Labuan Bajo, dengan kedalaman 10 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat gempa, terdapat lima bandara yang terdampak, yakni:
- Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo;
- Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman, Ende;
- Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu;
- Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng; dan
- Bandar Udara Soa, Bajawa.
"Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya," kata Lukman dalam keterangan resminya, dikutip dari detikFinance, Rabu (19/8).
Salah satu kerusakan dilaporkan terjadi di Bandar Udara Soa. Berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada landasan pacu atau runway. Sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung juga terdampak, termasuk munculnya retakan baru di beberapa titik.
Dampak gempa juga dirasakan pada fasilitas pelayanan navigasi penerbangan. Sejumlah unit yang terdampak meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.
Meski demikian, seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi terdampak dilaporkan selamat.
"Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," ujar Lukman.
Di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi penerbangan untuk sementara dialihkan ke lokasi yang dinilai aman. Ditjen Hubud juga telah menyiapkan contingency plan untuk memastikan keselamatan sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan navigasi penerbangan.
Pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas dan infrastruktur bandara serta fasilitas navigasi penerbangan masih terus dilakukan. Pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk pengiriman bantuan kepada masyarakat melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).
Lukman menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak gempa di wilayah tersebut.
"Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama," kata dia.
Terkait operasional penerbangan, Ditjen Hubud mengimbau masyarakat yang akan menggunakan transportasi udara di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara maupun maskapai penerbangan.
Ditjen Hubud akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Informasi terbaru mengenai kondisi bandara, pelayanan navigasi penerbangan, serta operasional penerbangan akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dan asesmen terbaru diterima.
Sebelumnya, dilaporkan Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo juga mengalami kerusakan pada taxi way atau landas hubung akibat gempa itu. Dampak gempa juga ditemukan pada sejumlah fasilitas bangunan di area terminal.
Pengelola Bandara Komodo memastikan runway atau landasan pacu dan apron dalam kondisi baik dan tetap dapat digunakan untuk mendukung operasional penerbangan.
"Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, tetap melaksanakan operasional penerbangan dengan pembatasan pada area tertentu pascakejadian gempa bumi magnitudo 7,7," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Ceppy Triono, Sabtu (15/8) malam dikutip dari detikBali.
Ceppy mengatakan setelah terjadi gempa, jajaran Bandara Komodo langsung melakukan pemeriksaan personel, fasilitas, peralatan, serta area sisi udara dan sisi darat untuk memastikan kondisi bandara dan menentukan langkah operasional yang tepat.
Merujuk rilis dari Kemenpar, hingga saat ini sektor penerbangan mengalami sejumlah penyesuaian. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026, sedangkan Bandara Frans Sales Lega Ruteng membatalkan penerbangan Wings Air hingga 22 Agustus 2026.
Sementara itu, Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan sejumlah penyesuaian jadwal penerbangan.










































