Nepal terus bangkit usai bencana banjir bandang yang meluluhlantakan negaranya. Pariwisata menjadi garda terdepan untuk membangkitkan perekonomiannya.
Selasa lalu, Menteri Pariwisata Nepal merilis sebuah video yang mengajak warga asing untuk mendukung perekonomian negara yang bergantung pada sektor pariwisata selama masa sulit ini.
"Jalur pendakian gunung dan rute trekking kami masih menanti kedatangan Anda," ujar Menteri Pariwisata Nepal Khadakraj Paudel, seperti dikutip dari The Independent UK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paudel menegaskan bahwa hanya sebagian wilayah Nepal yang terdampak banjir, sementara bandara, hotel, dan destinasi wisata tetap beroperasi seperti biasa.
"Kedatangan Anda ke Nepal kali ini bukan sekadar untuk berlibur. Ini merupakan bentuk dukungan besar bagi negara yang sedang berjuang menghadapi tragedi banjir bandang yang dahsyat ini," ujarnya.
Bencana ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian lebih dari NPR 50 miliar (Rp 5,81 triliun) di sektor pariwisata. "Mohon jangan mencoret Nepal dari daftar perjalanan Anda jika Anda sudah merencanakan kunjungan," katanya.
Paudel menyampaikan kepada komite parlemen bahwa negara tersebut telah kehilangan 142 hotel, 57 restoran, 141 kendaraan yang terkait dengan bisnis pariwisata, serta 27 situs warisan budaya.
Ia juga meminta para pelaku usaha pariwisata untuk menyerahkan laporan rinci mengenai kerusakan yang mereka alami akibat bencana tersebut.
Banjir ini berdampak langsung pada sektor-sektor penggerak utama ekonomi Nepal, khususnya pariwisata dan pembangkit listrik tenaga air, bidang yang telah mendapat investasi besar dari negara tersebut selama satu dekade terakhir.
Pariwisata merupakan sumber pendapatan terbesar ketiga bagi negara ini, yang menarik wisatawan mancanegara untuk mengunjungi puncak-puncak gunung tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest. Lebih dari satu juta wisatawan asing mengunjungi Nepal pada tahun 2025. Industri ini menopang mata pencaharian jutaan orang dan menghasilkan pendapatan bernilai miliaran dolar.
"Kunjungan Anda akan membantu menjaga kelangsungan industri pariwisata kami. Hal ini akan membantu para pemandu wisata, pengusaha hotel, dan seluruh pekerja yang mata pencahariannya bergantung pada sektor pariwisata," pungkas menteri pariwisata itu.










































