Cagar Alam Muara Kendawangan Hangus Terbakar, Diduga Ada Perburuan Liar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cagar Alam Muara Kendawangan Hangus Terbakar, Diduga Ada Perburuan Liar

Ocsya Ade CP - detikTravel
Senin, 07 Sep 2026 19:03 WIB
Pemadaman karhutla di Kendawangan, Ketapang. (dok Humas Polres Ketapang)
Pemadaman karhutla di Kendawangan, Ketapang. (dok Humas Polres Ketapang)
Ketapang -

Cagar Alam Muara Kendawangan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Diduga ada indikasi perburuan liar di balik peristiwa karhutla di kawasan itu.

Sebanyak 34 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Tim gabungan yang melakukan pengecekan menemukan sejumlah areal terbakar, termasuk di kawasan Cagar Alam (CA) Muara Kendawangan dan area konsesi PT Buana Megatama Jaya (PT BMJ).

Titik panas tersebut terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning berdasarkan data satelit NOAA20 dan SNPP. Lokasinya tersebar di Desa Pembedilan, Desa Air Hitam Besar dan Desa Air Hitam Hulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan pihaknya bersama BKSDA Ketapang dan tim pemadam kebakaran perusahaan kemudian melakukan groundcheck terhadap titik-titik yang dapat dijangkau.

"Awalnya titik panas tersebut terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning berdasarkan data satelit NOAA20 dan SNPP. Pengecekan kemudian dilakukan Polres Ketapang bersama BKSDA Ketapang dan tim pemadam kebakaran perusahaan," kata Harris dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam pengecekan tersebut, tim menemukan areal yang telah terbakar. Luasnya diperkirakan sekitar 3 hektare di Desa Pembedilan, 5 hektare di Desa Air Hitam Hulu dan 2 hektare di Desa Air Hitam Besar. Di dalamnya terdapat CA Muara Kendawangan dan area konsesi PT BMJ.

"Vegetasi yang terbakar didominasi ilalang, semak belukar dan tanaman albasia. Kebakaran yang ditemukan merupakan jenis kebakaran permukaan," jelas Harris.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kendawangan, Polres Ketapang, BKSDA Ketapang serta tim pemadam PT SKS, PT BNS dan PT BMJ kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah api kembali meluas. Namun, tidak seluruh titik panas dapat diperiksa. Tim terkendala akses jalan yang terputus menuju beberapa lokasi.

Indikasi Ada Perburuan Liar

Dari hasil penanganan di lapangan, polisi menyebut terdapat indikasi kebakaran berkaitan dengan aktivitas perburuan liar. Namun, polisi belum membeberkan secara rinci temuan yang menjadi dasar dugaan tersebut.

Harris mengatakan, pengecekan lapangan tetap akan dioptimalkan untuk memastikan kondisi setiap titik panas sekaligus mencegah kebakaran meluas, terutama karena sebagian lokasi berada di kawasan konservasi.

"Kami terus mengoptimalkan sinergi bersama BKSDA, TNI, pihak perusahaan dan seluruh unsur terkait untuk melakukan pengecekan, pemadaman serta pendinginan terhadap setiap titik api," ujarnya.

Harris mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran maupun mengganggu kawasan konservasi. Polres Ketapang bersama BKSDA dan unsur terkait akan melanjutkan pemantauan terhadap titik panas di wilayah Kendawangan, khususnya kawasan hutan yang memiliki fungsi konservasi.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lahan. Apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat," tegasnya.


--------

Artikel ini telah naik di detikKalimantan.



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads