Jalan Tunjungan, salah satu kawasan wisata populer di Surabaya, menjadi sorotan setelah muncul unggahan viral yang menuding adanya dugaan pelecehan seksual bermodus pembuatan konten video pemberian boneka. Pengunjung diminta waspada.
Salah satu warganet di media sosial Threads membagikan cuitannya tentang dugaan pelecehan tersebut.
"Buat perempuan yang lagi me time atau sama temen perempuan juga ketika lagi jalan" di JI. Tunjungan siang" atau malem" kalian harus hati" kalo liat gerombolan cowo biasanya nongkrong di depan family mart dan Indomaret depan kopi Djawa ada sekitar 5 orang atau lebih salah satu nya bawa motor ninja, terus bawa boneka Tedy bear," tulis unggahan tersebut dilihat detikJatim, dikutip Minggu (20/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, modus yang digunakan adalah dengan mengajak perempuan-perempuan yang ada di sekitar Jalan Tunjungan untuk membuat konten video.
"Awalnya dicegat kemudian diajak bikin konten yg katanya itu cuma boneka, bilangnya gini "nanti kita Tos an biasa kak terus nanti aku kasih boneka aja, abis itu nanti saling lempar sama temennya sambil ketawa-ketawa aja"," dia menambahkan.
Namun, ternyata boneka yang diberikan dalam konten tersebut dinilai ambigu. Banyak perempuan yang diduga telah menjadi korban aksi itu.
"Disitu dia ga bilang kalo boneka nya AMBIGU, sekali lagi AMBIGU, setelah aku stalk apa ytb nya ternyata banyak banget korban nya, dan masih berkeliaran di JL. TUNJUNGAN dividio nya sih diliat" nih org cari cewe yg jalan berdua biar bisa buat lempar"an bonekanya," pernyataan ditambahkan seolah ingin menunjukkan sebuah fakta secara terselubung.
Konten tersebut kemudian diunggah di akun YouTube. Saat ditelusuri detikJatim, ada beberapa konten pemberian boneka kepada perempuan di Jalan Tunjungan. Sejumlah warganet pun berkomentar di sana.
"Pelecehan bro. Masih ada di situ ya? Hati" banyak yg geruduk," tulis salah satu akun di kanal YouTube pengunggah konten
Dari sejumlah video yang beredar, beberapa perempuan memang ikut dalam permainan itu. Sebagian mengaku baru memahami konsepnya setelah proses perekaman berlangsung. Di kolom komentar, ada yang menyebut penjelasan awal tidak sesuai dengan isi video yang akhirnya diunggah.
Setelah menelusuri akun media sosial kreator tersebut, pengunggah juga mengaku menemukan banyak video serupa yang melibatkan perempuan sebagai peserta.
Unggahan itu pun memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan konsep video yang dibuat, sementara lainnya menilai peserta seharusnya mendapat penjelasan yang utuh sebelum bersedia direkam.
Sejumlah komentar juga menyoroti adegan ketika peserta perempuan diminta memegang bagian tertentu dari boneka yang digunakan dalam video. Namun hingga kini, berbagai dugaan yang muncul di media sosial tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
detikJatim telah berupaya menghubungi pengunggah cuitan dugaan pelecehan seksual dengan modus konten pemberian boneka yang viral tersebut. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons.
Sementara itu, Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari juga menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban.
"Mohon waktu cek, info dari (petugas) yang piket belum ada (laporan korban)," kata dia.
Namun ia memastikan bahwa pihak kepolisian akan menelusuri terkait informasi viral tersebut.
"Njeh (iya, tetap ditelusuri)," kata dia.
Bagi traveler dan warga lokal, Jalan Tunjungan merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Surabaya. Kawasan yang berada di pusat kota itu dikenal sebagai lokasi wisata sejarah dan ruang publik yang ramai dikunjungi warga maupun wisatawan, terutama pada sore hingga malam hari.
Selain menjadi tempat bersantai, kawasan tersebut juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pertunjukan jalanan hingga pembuatan konten media sosial.










































