Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan rencana pembangunan akses langsung dari Gerbang Tol Pasteur menuju Bandara Husein Sastranegara. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat konektivitas bandara yang kembali menggeliat setelah penerbangan domestik mulai bertambah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pembangunan akses tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kementerian PPN/Bappenas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sedang dibicarakan bersama multi stakeholders, termasuk Bappenas, adalah membangun jalan akses langsung dari Gerbang Tol Pasteur masuk ke bandara," kata Farhan.
Dalam rencana tersebut, akses dari Gerbang Tol Pasteur akan diarahkan menuju kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan selanjutnya terhubung ke Bandara Husein Sastranegara. Sebelumnya, Farhan juga telah mengusulkan konsep serupa sebagai bagian dari upaya mengembalikan konektivitas dan aktivitas Bandara Husein.
Dengan akses yang lebih terintegrasi, perjalanan menuju bandara diharapkan menjadi lebih mudah bagi masyarakat yang datang dari luar Kota Bandung melalui jalan tol.
Rencana akses baru ini dinilai penting seiring bertambahnya penerbangan dari Bandara Husein. Salah satunya setelah Super Air Jet membuka rute Bandung-Medan dan Bandung-Bali pada 18 September 2026. Selain Medan dan Denpasar, Super Air Jet akan membuka rute baru ke berbagai kota seperti Pekanbaru, Makassar, Pontianak, dan Balikpapan.
Enam rute tersebut hadir secara bertahap. Penerbangan Bandung-Medan (Kualanamu), Bandung-Bali, dan Bandung-Pekanbaru mulai beroperasi 18 September 2026. Selanjutnya, Bandung-Makassar dan Bandung-Pontianak mulai 19 September 2026, disusul Bandung-Balikpapan pada 22 September 2026.
Selain pembangunan akses dari jalan tol, masih ada pekerjaan infrastruktur yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota Bandung yaitu membereskan kabel-kabel udara yang berseliweran di sekitar bandara. "PJU (lampu penerangan jalan umum) sudah beres, jalan sudah beres, nah kabel udara ini nanti dibereskan ini saya akan prioritaskan. Bulan Desember, (kabel) sudah pada turun ke bawah," ujarnya saat ditemui akhir pekan lalu di Bandung.
Dari pengamatan detikTravel, Bandara Husein Sastranegara sudah cukup mumpuni dan nyaman sebagai bandara. Fasilitas penunjuk arah check in, keberangkatan atau kedatangan cukup jelas, area resto atau makanan juga sudah bisa dinikmati di dalam bandara.
"Paling tinggal pas naik atau turun ke pesawatnya nih kita harus jalan di tarmac, tapi nggak terlalu jadi masalah, Bandung mah adem," ujar seorang calon penumpang.










































