Pariwisata Lesu Usai Gempa, Jepang Gelontorkan Diskon Wisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pariwisata Lesu Usai Gempa, Jepang Gelontorkan Diskon Wisata

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Selasa, 22 Sep 2026 14:12 WIB
Visitors take a photo in front of a convenient store at Fujikawaguchiko town, Yamanashi prefecture, Japan, with a backdrop of Mr. Fuji on April 28, 2024. The town of Fujikawaguchiko, known for a number of popular photo spots for Japans trademark of
Ilustrasi wisatawan di Jepang. (Kyodo News via AP Photo)
Jakarta -

Gempa besar yang mengguncang Kyushu sempat membuat banyak wisatawan membatalkan perjalanan. Kini, Jepang mencoba membalik keadaan dengan diskon hotel dan paket wisata hingga 60%.

Kebijakan itu berlaku di Prefektur Kumamoto dan Nagasaki mulai 15 September 2026. Program tersebut dibuat untuk membantu menghidupkan kembali pariwisata di Kyushu setelah wilayah tersebut diguncang gempa besar pada Juli. Lima prefektur lain di Kyushu juga akan menjalankan program serupa secara bertahap.

Dilansir dari Kyodo News, Selasa (22/9/2026) diskon terbesar diberikan di Kumamoto dan Kagoshima yakni hingga 60%, setelah banyak wisatawan membatalkan pemesanan hotel menyusul gempa berkekuatan magnitudo 7,1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di prefektur lainnya, wisatawan bisa mendapatkan potongan harga hingga 50%. Besaran diskon tersebut berlaku untuk perjalanan dan penginapan yang memenuhi ketentuan program Pemerintah Jepang.

ADVERTISEMENT

Untuk perjalanan dengan satu malam menginap, potongan maksimal mencapai 20.000 yen (Rp 2,2 juta) per orang. Sementara perjalanan dengan masa inap dua malam atau lebih mendapat potongan maksimal 30.000 yen (Rp 3,3 juta).

Ada pula potongan hingga 35.000 yen (Rp 3,9 juta) untuk wisatawan yang menginap di sedikitnya dua prefektur dalam satu perjalanan. Program diskon untuk Saga, Nagasaki, Kumamoto dan Oita berlaku bagi perjalanan pada 1 Oktober hingga 25 Desember 2026.

Saga akan mulai menerima pemesanan pada 24 September, sedangkan Oita dan Miyazaki dijadwalkan membukanya pada akhir September. Fukuoka menargetkan programnya dimulai pada Oktober.

Sementara Kagoshima mempertimbangkan pembukaan program pada pertengahan Oktober, setelah program diskon pariwisata yang sedang berjalan berakhir pada 13 Oktober.

Dampak gempa 28 Juli terhadap sektor pariwisata cukup besar. Di Kumamoto, nilai pembatalan pemesanan hotel mencapai sekitar 2,7 miliar yen (Rp 306 miliar) hingga 21 Agustus. Sementara di Kagoshima, pembatalan mencapai sekitar 2,3 miliar yen (Rp 260 miliar) hingga akhir Agustus.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan pemerintah berharap program tersebut bisa membantu mengatasi dampak negatif terhadap citra kawasan dan terus mendorong pemulihan pariwisata di seluruh Kyushu.

Jepang sebelumnya menerapkan program diskon perjalanan serupa setelah gempa Kumamoto pada 2016 dan gempa Semenanjung Noto pada 2024. Saat itu, pemerintah memberikan subsidi untuk biaya akomodasi dan tur hingga batas tertentu.



(upd/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads