Jepang Panen Cuan dari 'Ziarah Anime'

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jepang Panen Cuan dari 'Ziarah Anime'

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 18 Sep 2026 14:15 WIB
Akihabara, salah satu tempat populer di Jepang yang isinya tentang anime.
Ilustrasi 'ziarah anime' di Jepang. (Unsplash/Svetlana Gumerova)
Jakarta -

Sebagai rumah bagi pencinta anime, Jepang berhasil meraup cuan dari wisata yang disebut 'ziarah anime'. Dari lokasi-lokasi yang menjadi latar belakang animasi itu, Jepang menghasilkan setidaknya 470 miliar yen atau kira-kiranya Rp 4,1 triliun per tahun.

Istilah 'ziarah' semakin populer setelah film animasi 'Your Name' sukses besar pada 2016. Bahkan, istilah itu masuk dalam 10 besar kata yang paling banyak diperbincangkan di Jepang pada tahun itu.

Dari laporan Yomiuri Shimbun, yang dikutip detikTravel dari The Asia Business Daily, Jumat (18/9/2026), kebiasaan penggemar mendatangi lokasi anime sudah muncul sejak 1990-an, salah satu contohnya terlihat dari popularitas anime 'Sailor Moon'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuil Azabuhikawa di Minato, Tokyo, menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi karena dianggap sebagai model kuil tempat salah satu karakter. Gerbang torii di sana juga mirip dengan yang muncul dalam serial tersebut. Fenomena itu kemudian berkembang menjadi bagian dari industri pariwisata.

Data Sekretariat Kabinet Jepang memperkirakan sekitar 1,4 juta wisatawan mancanegara datang ke Jepang setiap tahun untuk melakukan 'ziarah' ke lokasi anime. Pengeluaran mereka untuk membeli merchandise saja mencapai sekitar 38 miliar yen (Rp 331,5 miliar).

ADVERTISEMENT

Jika ditambah pengeluaran untuk hotel, makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya, total konsumsi domestik yang dihasilkan wisatawan tersebut diperkirakan mencapai 470 miliar yen.

Potensi tersebut membuat pemerintah di sana ikut berlomba menarik produksi anime. Prefektur Gunma, misalnya, memberikan subsidi hingga 20 juta yen (Rp 2,28 miliar) untuk kebutuhan seperti akomodasi kru produksi.

Perlintasan kereta di Stasiun Kamakurakokomae yang populer karena anime Slam DunkPerlintasan kereta di Stasiun Kamakurakokomae yang populer karena anime 'Slam Dunk'. (flickr/Hans Jonhnson)

Kota Fukuoka juga memberikan dukungan hingga 10 juta yen (Rp 1,14 miliar rupiah) untuk setiap produksi anime. Sementara itu, Kota Kanazawa menggelar festival rutin yang terinspirasi dari acara fiksi dalam anime 'Hanasaku Iroha'.

Festival tersebut kini menjadi salah satu daya tarik wisata dan disebut mampu mendatangkan sekitar 15 ribu wisatawan setiap tahun. Dampaknya bahkan tidak berhenti pada kunjungan wisata.

Dari 'Ziarah Anime' ke 'Migrasi Anime'

Selain 'ziarah anime' muncul juga istilah 'migrasi ziarah' untuk menggambarkan penggemar yang memutuskan pindah dan menetap di daerah yang menjadi latar anime.

Kota Numazu di Prefektur Shizuoka, yang lokasi 'Love Live! Sunshine!!', menggelar konsultasi relokasi bagi penggemar. Sejauh ini, dilaporkan 10 orang telah pindah ke kota tersebut.

Namun, di balik meningkatnya kunjungan juga membawa persoalan lainnya. Perlintasan kereta di Kamakura, Prefektur Kanagawa, yang dikenal sebagai salah satu lokasi dalam anime 'Slam Dunk', misalnya, menghadapi lonjakan wisatawan.

Kepadatan pengunjung bahkan memicu masalah seperti wisatawan yang menerobos area terlarang. Pakar Studi Pariwisata dari Kinki University, Takeshi Okamoto, mengatakan pertumbuhan wisata berbasis anime itu perlu diimbangi dengan pengelolaan dampaknya.

"Penting untuk membangun siklus yang baik dengan menginvestasikan kembali pendapatan pariwisata ke dalam langkah-langkah untuk mengatasi overtourism," kata Takeshi.



(upd/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads