Pilot Flydubai asal India, Smit Machchhar, panen pujian dan disebut-sebut sebagai pahlawan. Dia berperan besar dalam membantu menyelamatkan pesawat yang diduga dibajak insiden di tengah penerbangan menuju Israel.
Menariknya, dunia penerbangan bukanlah cita-cita Smit sejak kecil. Dia justru sempat menempuh pendidikan teknik tekstil karena berencana meneruskan bisnis keluarganya.
Smit dilaporkan ditikam oleh kopilot saat pesawat membawa 174 orang dalam penerbangan FlyDubai penerbangannya bernomor FDB1073 rute Dubai-Tel Aviv mendarat darurat di Arab Saudi pada Rabu (30/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kondisi terluka, ia masih sempat membuka pintu kokpit sehingga penumpang dan kru bisa membantu melumpuhkan kopilot.
Dua pilot Flydubai yang kebetulan berada di antara penumpang kemudian membantu menerbangkan dan mendaratkan pesawat setelah dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi.
Smit kini menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Tabuk. Dia disebut telah memiliki pengalaman hampir 9.750 jam terbang selama sekitar 15 tahun berkarier sebagai pilot.
Peristiwa tersebut membuat namanya mendapat perhatian dari India dan Israel. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut Machchhar sebagai pahlawan, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai "pahlawan sejati".
"Kapten Smit Machchhar adalah PAHLAWAN," kata Modi melalui X, dikutip dari Reuters, Sabtu (3/10/2026).
"Dalam menghadapi bahaya yang sangat besar dan meski mengalami luka serius, dia menunjukkan keberanian luar biasa serta tekad yang teguh untuk melindungi nyawa orang lain," kata dia lagi.
Jauh sebelum berada di kokpit, Smit sebenarnya memiliki rencana yang berbeda. Setelah lulus sekolah, dia mengambil pendidikan teknik tekstil dengan tujuan meneruskan bisnis tekstil keluarganya.
Dia kemudian melanjutkan studi manajemen di Welingkar Institute of Management, Mumbai. Ketertarikannya pada dunia penerbangan justru muncul ketika mengikuti sebuah seminar tentang aviasi.
Saat itu usianya sekitar 19 tahun.
"Tidak seperti banyak penerbang lainnya saat ini, penerbangan bukanlah impian saya sejak kecil. Dunia penerbangan datang jauh lebih belakangan dalam hidup saya," kata Smit dalam wawancara pada 2025 di kanal YouTube yang dipandu Zalak Mehta.
Ketertarikan itu akhirnya mengubah rencana hidupnya. "Di sanalah ketertarikan saya terhadap penerbangan benar-benar muncul," kata dia.
Smit kemudian menjalani pelatihan penerbangan di Selandia Baru sebelum bergabung dengan maskapai India, SpiceJet.
Dia menghabiskan sekitar 11 tahun di SpiceJet dan meniti karier hingga menjadi line training captain, yang bertugas membimbing pilot-pilot yang lebih muda. Pada 2022, ia bergabung dengan Flydubai.
Bagi Smit, yang Penting Penumpang Selamat
Selama menjadi pilot, Smit sudah menghadapi berbagai situasi dalam penerbangan. Dia pernah mengalihkan penerbangan karena keadaan darurat medis hingga menunda keberangkatan akibat persoalan teknis.
Baginya, keputusan dalam penerbangan tidak selalu soal mengejar waktu.
"Bagi saya, keterlambatan bukan masalah. Yang saya inginkan adalah memastikan penumpang keluar dari pesawat dengan selamat," kata dia.
Di luar pekerjaan, Machchhar justru memilih tidak banyak membicarakan profesinya sebagai pilot. Dia mengatakan penerbangan cukup menjadi bagian dari dirinya ketika berada di dalam kokpit.
"Ketika saya keluar dari kokpit atau pesawat, saya tidak ingin orang lain tahu bahwa saya seorang pilot. Saya tidak ingin membicarakan penerbangan," kata dia.
Dia juga menjelaskan bagaimana dirinya memisahkan pekerjaan dengan kehidupan keluarga.
"Ketika mengenakan seragam, tidak ada basa-basi. Jalankan tugas, selesaikan pekerjaan. Begitu keluar dari kokpit, selesai. Jangan lagi memikirkan penerbangan. Ada orang lain yang membutuhkan Anda sekarang. Anak-anak ada di sana. Mereka ingin bermain dengan Anda," kata dia.
