California, Amerika Serikat (AS), resmi menetapkan Idulfitri dan Iduladha sebagai hari libur yang diakui negara bagian. Aturan baru itu memungkinkan pekerja dan pelajar muslim memperingati dua hari raya tersebut bersama keluarga.
Gubernur California Gavin Newsom menandatangani undang-undang AB 2017 pada 10 September 2026. FOX40 melaporkan aturan tersebut memberikan dasar bagi pekerja muslim untuk menggunakan cuti berbayar saat Idulfitri dan Iduladha.
"California merupakan rumah bagi salah satu komunitas muslim terbesar dan paling dinamis di negara ini, dan tradisi mereka layak diakui dan dihormati," kata anggota Majelis Negara Bagian California, Matt Haney, dalam keterangan resmi, dikutip Anadolu, Sabtu (3/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Haney, pengakuan terhadap dua hari raya Islam itu juga memungkinkan warga California merayakannya bersama keluarga tanpa harus mengorbankan waktu kerja.
Tak hanya pekerja, aturan tersebut juga berkaitan dengan sekolah. Lembaga pendidikan dapat memberikan kesempatan kepada siswa muslim untuk memperingati Idulfitri dan Iduladha.
Ketua Komisi Jason Paguio mengatakan AB 2017 merupakan bentuk pengakuan terhadap keberagaman masyarakat California.
"Dengan mengakui secara resmi Idulfitri dan Iduladha, negara bagian kami menegaskan makna budaya dari perayaan-perayaan ini sekaligus memberikan sekolah dan tempat kerja umum alat-alat praktis untuk mendukung mereka yang merayakannya," kata Paguio.
California merupakan salah satu negara bagian dengan jumlah penduduk muslim terbesar di AS. Berdasarkan Sensus Agama AS 2020, terdapat sekitar 504 ribu muslim di California, berada di urutan kedua setelah New York yang memiliki sekitar 724 ribu muslim.
Komunitas muslim California berasal dari berbagai latar belakang, termasuk Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Di antaranya terdapat komunitas Muslim Indonesia yang salah satunya berkumpul di Masjid At-Thohir, Los Angeles.










































