Niat mengusir laba-laba dari kamar mandi berujung petaka bagi seorang turis asal Nepal yang menginap di sebuah vila di Bali. Gara-gara membakar kertas untuk mengusir laba-laba, vila senilai Rp 2 miliar itu malah ludes terbakar.
Peristiwa itu terjadi di sebuah vila di Jalan Aseman Bagus, Banjar Aseman Kangin, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 12.30 Wita.
Tamu tersebut diketahui bernama Gaorap Rana (45). Saat itu, dia merasa terganggu dengan keberadaan laba-laba di sejumlah sudut kamar mandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaorap kemudian memilih membakar kertas untuk mengusir hewan tersebut. Setelah kertas dibakar, dia meninggalkan kamar mandi dan menuju ruang kerja.
Namun, kertas yang masih terbakar ternyata terbawa angin. Bara api kemudian menyambar atap vila yang terbuat dari alang-alang kering.
"Setelah membakar kertas, korban keluar dari kamar mandi menuju ruang kerja. Kertas yang dibakar itu ternyata terbang terbawa angin kencang dan menyambar atap alang-alang," kata Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, dikutip dari detikBali.
Api pun dengan cepat membesar dan melalap bangunan. Asap pekat mengepul dari bagian atap, sementara warga sekitar panik karena khawatir kobaran api merembet ke permukiman.
Yuni mengatakan material alang-alang yang kering membuat api cepat menjalar. Kondisi tersebut diperparah cuaca panas dan angin kencang saat kejadian.
"Api cepat membesar karena atapnya berbahan alang-alang kering, ditiup angin kencang," ujarnya.
Gaorap sempat panik melihat vila tempatnya menginap terbakar. Beruntung, dia berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka.
Meski tamunya selamat, seluruh bangunan beserta isinya ludes terbakar. Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.
"Api merembet cepat itu membakar semua bagian vila. Kerugian ditaksir Rp 2 miliar," kata Yuni.










































