Beruang Diduga Korban Jerat Belum Ditemukan, BKSDA Sampit Perluas Pencarian

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Beruang Diduga Korban Jerat Belum Ditemukan, BKSDA Sampit Perluas Pencarian

Sigit Pamungkas - detikTravel
Kamis, 08 Okt 2026 17:09 WIB
Beruang kaki putus ditemukan di Sampit, diduga kena jerat.
Beruang kaki putus ditemukan di Sampit, diduga kena jerat. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Beruang dengan kaki belakang kiri yang diduga putus akibat jerat di Sampit, Kalimantan Tengah, belum ditemukan. Memasuki hari kedua pencarian, BKSDA memperluas penyisiran hingga mengerahkan drone untuk menemukan beruang yang kondisinya dikhawatirkan terus memburuk.

Pencarian kali ini dilakukan lebih luas. Tim menyusuri kebun dan kawasan hutan di sekitar lokasi, sekaligus memeriksa sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi tempat persembunyian beruang yang diperkirakan masih berusia remaja hingga dewasa.

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan pencarian akan terus dilakukan karena kondisi beruang cukup memprihatinkan. Satwa tersebut mengalami luka parah pada bagian kaki dan dikhawatirkan tidak mampu bertahan hidup jika tidak segera mendapatkan pertolongan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami masih tetap melakukan pencarian dibantu kawan-kawan aktivis lingkungan Sampit. Kalau luka yang dialami beruang seperti itu, lalu hidup di alam, menurut pendapat saya sulit sembuhnya karena bisa saja terkena infeksi. Makanya, kalau ketemu beruangnya mau diselamatkan," kata Muriansyah, Kamis (8/10/2026), dilansir detikKalimantan.

ADVERTISEMENT

Pada hari kedua, tim tidak hanya menyisir kawasan dari darat. Sejumlah sumber air dan parit di sekitar lokasi turut diperiksa karena diduga dapat menjadi tempat beruang mencari minum.

Tim juga mencari titik-titik yang berpotensi menyediakan makanan. Salah satunya adalah kebun nanas milik warga yang sebelumnya pernah didatangi beruang.

Aktivis lingkungan menyisir dari sisi kanan lokasi, sementara tim BKSDA memperluas pencarian ke kawasan hutan di bagian lainnya.

Untuk membantu menemukan satwa tersebut, tim juga mengerahkan satu unit drone.

"Untuk memperluas jangkauan pemantauan, tim turut mengerahkan satu unit drone. Namun, dari sejumlah titik yang telah diperiksa, keberadaan beruang tersebut belum juga ditemukan," ujar Muriansyah.

Beruang tersebut pertama kali dilaporkan muncul pada Selasa (6/10). Kemunculannya terekam dalam video yang kemudian menjadi perhatian.

Dalam video itu, beruang terlihat mengalami luka serius pada telapak kaki belakang kiri. Satwa tersebut juga tampak berusaha melepaskan diri dari tumpukan ranting dan kayu di Sungai Pangaringan.

BKSDA menduga kuat luka tersebut disebabkan jerat. Satwa itu diperkirakan terjerat kawat atau sling baja yang biasa digunakan untuk menangkap babi.

Muriansyah menduga beruang berusaha melepaskan diri dalam waktu cukup lama. Upaya tersebut diduga membuat luka pada kaki belakangnya semakin parah hingga akhirnya bagian kaki tersebut putus.

Pencarian pertama langsung dilakukan BKSDA bersama aktivis lingkungan. Tim menyisir kawasan kebun kelapa sawit seluas sekitar dua hektare.

Namun, hingga hari mulai gelap, beruang tersebut belum berhasil ditemukan. Kemunculan beruang di kawasan tersebut ternyata bukan yang pertama. Warga menyebut satwa serupa beberapa kali terlihat di sekitar lokasi, bahkan sebelum musim kemarau.

Beruang juga dilaporkan pernah mendatangi kebun nanas milik warga dan memakan tanaman di sana. Lokasi kemunculan beruang juga berada tidak jauh dari sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hingga kini, BKSDA belum memastikan apakah karhutla berkaitan dengan kemunculan beruang maupun kondisi luka yang dialaminya. Kepastian tersebut baru dapat diperoleh setelah satwa berhasil ditemukan dan diperiksa secara langsung.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads