Lumayan Nih, Thailand Beri Tur Gratis buat Wisatawan yang Lama

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Lumayan Nih, Thailand Beri Tur Gratis buat Wisatawan yang Lama

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 08 Okt 2026 19:09 WIB
A passenger looks at a departure board in a nearly empty departure terminal at Suvarnabhumi Airport in Bangkok on April 3, 2020, as air travel in Thailand grinds to a near halt to prevent the spread of the COVID-19 novel coronavirus. (Photo by Vivek
Bandara Suvarnabhumi. (AFP/VIVEK PRAKASH)
Jakarta -

Pemerintah Thailand menyiapkan paket wisata singkat bagi penumpang internasional yang memiliki waktu transit panjang enam hingga delapan jam. Seperti apa ya?

Nantinya wisatawan bisa keluar bandara untuk jalan-jalan sebelum kembali melanjutkan penerbangan. Program tersebut ditargetkan mulai diuji coba pada awal 2027 di empat bandara, yakni Suvarnabhumi, Don Mueang, Phuket, dan Krabi.

Mengutip The Nation, Kamis (8/10/2026) paket yang disiapkan mencakup wisata budaya, kuliner, serta kesehatan dan kebugaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan program tersebut dibuat untuk menghubungkan sektor penerbangan dengan pariwisata dan industri jasa. Kementerian Transportasi Thailand telah menandatangani nota kesepahaman dengan enam organisasi untuk menjalankan rencana tersebut.

ADVERTISEMENT

Enam pihak yang terlibat yakni Department of Airports, Tourism Authority of Thailand (TAT), Thai Airways International, Airlines Association of Thailand, Suvarnabhumi Airport Hotel, dan Fakultas Teknik Universitas Kasetsart.

Sasaran utamanya adalah penumpang internasional dengan waktu transit sekitar enam hingga delapan jam. Mereka bisa mengikuti tur singkat ke sejumlah tempat wisata di sekitar bandara sebelum kembali untuk mengejar penerbangan berikutnya.

Phiphat mengatakan program tersebut juga mendukung ambisi Thailand menjadi hub penerbangan.

"Meskipun kargo udara menyumbang kurang dari 1 persen dari total volume angkutan barang dibandingkan moda transportasi lainnya, nilainya mencapai sekitar sepertiga dari nilai ekspor Thailand," kata Phipat.

"Karena itu, Kementerian Transportasi terus mendorong berbagai proyek yang mendukung tujuan pemerintah untuk mengembangkan Thailand sebagai pusat transportasi dan transit penumpang," dia menambahkan.

Kemudian, Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand bersama TAT akan menyiapkan paket wisata sesuai dengan waktu transit penumpang. Program itu diharapkan menjadi cara untuk mengenalkan destinasi dan keramahan Thailand, sekaligus mendorong wisatawan kembali untuk liburan lebih lama.

Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, menjelaskan Bandara Suvarnabhumi menangani sekitar 1,3 juta penumpang transit setiap tahun. TAT menargetkan sekitar 10% dari jumlah tersebut mengikuti program ini.

Pada tahap awal, paket wisata akan diberikan secara gratis sebagai insentif. Tiga jenis tur akan ditawarkan, yakni wisata budaya dan sejarah, kuliner, serta kesehatan dan kebugaran.

Wisatawan bisa mengunjungi Grand Palace, Temple of the Emerald Buddha, dan Ancient City, mencicipi kuliner kaki lima Thailand, atau menikmati spa dan pijat tradisional Thailand sebelum kembali ke bandara.



(upd/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads