Jakarta -
Membaur dengan warga lokal jadi hal yang menarik saat traveling. Sebenarnya hal ini tidak sulit untuk dilakukan. Anda hanya perlu memerhatikan beberapa hal agar bisa tampak membaur dengan warga lokal, dan tak tampak seperti turis.
Dari Huffington Post, Jumat (27/9/2013), berikut 6 cara agar tampak membaur dengan warga lokal:
1. Cari tempat agak sepi untuk memotret
(Huffington Post)
|
Sah-sah saja traveler memotret saat sedang berada di satu tempat. Tapi kalau Anda berada di tengah keramaian, Times Square di New York misalnya, bisa-bisa semua orang mencibir karena Anda mengganggu orang lewat.
Kalau mau memotret, carilah tempat agak sepi. Bangku taman, sudut jalan, atau setidaknya sisi trotoar. Hal ini juga berlaku untuk Anda yang ingin berdebat soal arah atau destinasi selanjutnya dengan partner traveling.
2. Cari informasi sebelum jalan-jalan
(Huffington Post)
|
Carilah berbagai informasi dan ketahui kebiasaan warga setempat sebelum Anda jalan-jalan. Jangan sampai Anda tidak membawa jaket saat jalan-jalan malam di tempat yang sedang musim dingin. Jangan sampai Anda mengenakan celana pendek saat berkunjung ke tempat-tempat sakral atau tempat ibadah.
3. Simpan peta dan buku panduan di dalam tas
(Huffington Post)
|
Peta dan buku panduan berperan penting saat Anda menjelajah suatu tempat. Tapi usahakan, kedua benda tersebut berada dalam tas Anda. Membawa peta atau buku panduan ke manapun Anda berjalan hanya akan menekankan kalau Anda seorang turis. Anda bahkan lebih rentan terhadap pemerasan.
Sebelum jalan-jalan, pelajari peta dan buku panduan Anda. Kalau mau mencatat soal rute bus atau nama jalan, coretlah di kertas atau simpan di ponsel Anda.
4. Belajar sedikit kosakata lokal
(Huffington Post)
|
Tak perlu mahir berbahasa lokal kalau Anda traveling ke daerah atau negara lain. Tapi, cobalah belajar sedikit beberapa kosakata umum seperti "terima kasih", juga selamat pagi-siang-malam.
5. Hormati dan ikuti kebiasaan lokal
(Huffington Post)
|
Ke manapun tujuan Anda, wajib hukumnya menghormati kebiasaan lokal. Namun alangkah baiknya kalau Anda juga mengikuti tradisi dan kebiasaan mereka. Hal ini juga akan memberi Anda pelajaran baru saat traveling.
Misalnya, untuk tidak memesan capuccino setelah makan malam di Italia. Atau, untuk tidak makan menggunakan tangan kiri di India.
6. Jangan berbusana nyentrik
(Huffington Post)
|
Mungkin inilah hal terpenting yang membuat Anda membaur dengan warga lokal. Berpakaianlah dengan sopan, dan jangan nyentrik. Lagipula, secara tidak langsung, cara traveler berpakaian juga mencerminkan negara asal kita.
Mungkin Anda sebal dengan traveler yang bertingkah 'heboh' dan menjepret sana-sini tanpa permisi. Nah, jangan jadi salah satunya!
Sah-sah saja traveler memotret saat sedang berada di satu tempat. Tapi kalau Anda berada di tengah keramaian, Times Square di New York misalnya, bisa-bisa semua orang mencibir karena Anda mengganggu orang lewat.
Kalau mau memotret, carilah tempat agak sepi. Bangku taman, sudut jalan, atau setidaknya sisi trotoar. Hal ini juga berlaku untuk Anda yang ingin berdebat soal arah atau destinasi selanjutnya dengan partner traveling.
Carilah berbagai informasi dan ketahui kebiasaan warga setempat sebelum Anda jalan-jalan. Jangan sampai Anda tidak membawa jaket saat jalan-jalan malam di tempat yang sedang musim dingin. Jangan sampai Anda mengenakan celana pendek saat berkunjung ke tempat-tempat sakral atau tempat ibadah.
Peta dan buku panduan berperan penting saat Anda menjelajah suatu tempat. Tapi usahakan, kedua benda tersebut berada dalam tas Anda. Membawa peta atau buku panduan ke manapun Anda berjalan hanya akan menekankan kalau Anda seorang turis. Anda bahkan lebih rentan terhadap pemerasan.
Sebelum jalan-jalan, pelajari peta dan buku panduan Anda. Kalau mau mencatat soal rute bus atau nama jalan, coretlah di kertas atau simpan di ponsel Anda.
Tak perlu mahir berbahasa lokal kalau Anda traveling ke daerah atau negara lain. Tapi, cobalah belajar sedikit beberapa kosakata umum seperti "terima kasih", juga selamat pagi-siang-malam.
Ke manapun tujuan Anda, wajib hukumnya menghormati kebiasaan lokal. Namun alangkah baiknya kalau Anda juga mengikuti tradisi dan kebiasaan mereka. Hal ini juga akan memberi Anda pelajaran baru saat traveling.
Misalnya, untuk tidak memesan capuccino setelah makan malam di Italia. Atau, untuk tidak makan menggunakan tangan kiri di India.
Mungkin inilah hal terpenting yang membuat Anda membaur dengan warga lokal. Berpakaianlah dengan sopan, dan jangan nyentrik. Lagipula, secara tidak langsung, cara traveler berpakaian juga mencerminkan negara asal kita.
Mungkin Anda sebal dengan traveler yang bertingkah 'heboh' dan menjepret sana-sini tanpa permisi. Nah, jangan jadi salah satunya!
(sst/sst)
Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Memalukan! Turis Turun dari Kapal Pesiar di Lombok Malah Disambut Tumpukan Sampah