Seoul -
Lewat budaya dan aneka makanan lezat, Korsel kini jadi incaran turis untuk mengisi liburan. Khusus pecinta wisata kuliner, sebelum liburan ke sana, ada baiknya Anda mengetahui 5 aturan makan di Korsel agar tak salah tingkah.
Dilongok dari Matador Network, Rabu (22/1/2014) inilah 5 aturan makan di Korsel yang harus Anda ketahui:
1. Jangan gunakan sumpit untuk memakan nasi
(Thinkstock)
|
Di China atau Jepang mungkin biasa makan nasi dengan sumpit, tapi tidak dengan Korsel. Kebiasaan di negara ini penduduknya menikmati nasi dengan sendok. Jika tidak ingin dianggap aneh, sangat coba-coba nekat makan nasi menggunakan sumpit, ya!
2. Jangan berharap ada garpu, pisau dan garam di atas meja
(Juliana Dewi Kartikawati/dtraveler)
|
Selama berada di Korsel, sebaiknya jangan terlalu berharap dengan adanya garpu, pisau atau bahkan garam tambahan di meja. Kebanyakan rumah makan di Korsel menyediakan hanya sendok sebagai alat makan.
3. Kalau tak suka kimchi, jangan lebay
(Juliana Dewi Kartikawati/dtraveler)
|
Salah satu makanan tradisional dan banyak ditemukan di Korsel adalah kimchi. Sayangnya, tidak semua orang suka dengan makanan ini, baik turis atau pun kelompok ekspatriat.
Namun, ada baiknya bila tidak menyukasi kimchi, Anda diam saja. Ini karena kimchi adalah kuliner yang menjadi simbol Korsel. Salah bicara, bisa-bisa Anda dicibir oleh banyak orang.
4. Jangan mengisi gelas seseorang kecuali sudah kosong
(Thinkstock)
|
Di Korsel, orang yang paling muda di meja yang memiliki tanggung jawab untuk mengisi gelas. Jika kebetulan menjadi yang paling muda, sebaiknya hati-hati sebelum menuang minuman.
Perhatikan secara jelas apakah gelas tersebut sudah kosong atau belum. Jika belum, jangan pernah menuang karena ini berarti ia belum ingin menambah minuman. Sebaliknya, gelas yang kosong menjadi tanda sang pemilik ingin menambah minuman.
5. Jika ingin menikmati minuman, jangan lupa pesan makanan juga
(Ken/detikTravel)
|
Ini adalah adat yang ada di Korsel. Jika ingin memesan minuman, khususnya minuman beralkohol, turis diminta untuk memesan makanan juga. Bahkan, ada beberapa kafe yang memiliki menu wajib pesan untuk Anda yang ingin memesan minuman.
Di China atau Jepang mungkin biasa makan nasi dengan sumpit, tapi tidak dengan Korsel. Kebiasaan di negara ini penduduknya menikmati nasi dengan sendok. Jika tidak ingin dianggap aneh, sangat coba-coba nekat makan nasi menggunakan sumpit, ya!
Selama berada di Korsel, sebaiknya jangan terlalu berharap dengan adanya garpu, pisau atau bahkan garam tambahan di meja. Kebanyakan rumah makan di Korsel menyediakan hanya sendok sebagai alat makan.
Salah satu makanan tradisional dan banyak ditemukan di Korsel adalah kimchi. Sayangnya, tidak semua orang suka dengan makanan ini, baik turis atau pun kelompok ekspatriat.
Namun, ada baiknya bila tidak menyukasi kimchi, Anda diam saja. Ini karena kimchi adalah kuliner yang menjadi simbol Korsel. Salah bicara, bisa-bisa Anda dicibir oleh banyak orang.
Di Korsel, orang yang paling muda di meja yang memiliki tanggung jawab untuk mengisi gelas. Jika kebetulan menjadi yang paling muda, sebaiknya hati-hati sebelum menuang minuman.
Perhatikan secara jelas apakah gelas tersebut sudah kosong atau belum. Jika belum, jangan pernah menuang karena ini berarti ia belum ingin menambah minuman. Sebaliknya, gelas yang kosong menjadi tanda sang pemilik ingin menambah minuman.
Ini adalah adat yang ada di Korsel. Jika ingin memesan minuman, khususnya minuman beralkohol, turis diminta untuk memesan makanan juga. Bahkan, ada beberapa kafe yang memiliki menu wajib pesan untuk Anda yang ingin memesan minuman.
(ptr/fay)
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028