Tips Mendatangi Objek Wisata Kelam

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Wisata Kelam

Tips Mendatangi Objek Wisata Kelam

- detikTravel
Kamis, 21 Agu 2014 17:45 WIB
Tips Mendatangi Objek Wisata Kelam
Semarang - Destinasi tidak melulu alam atau kuliner, namun juga objek wisata yang punya sejarah kelam. Selain sarat edukasi, mengunjungi objek wisata kelam juga membuat kita lebih bijak. Tapi ada tips khusus yang mesti diperhatikan.

Objek wisata kelam biasanya bertema tragedi, baik itu bekas perang, konflik atau bencana alam. Di Indonesia misalnya ada Gua Jepang sampai Monumen Bom Bali. Dihimpun oleh detikTravel, Kamis (21/8/2014), inilah tips mengunjungi objek wisata kelam:

1. Jaga Ketenangan

(Thinkstock)
Layaknya pendatang yang bertamu ke sebuah tempat, sebaiknya kita menjaga ketenangan saat mendatangi objek wisata kelam. Di sebuah objek wisata kelam, seringkali terdapat cerita sejarah yang pilu dan menyedihkan. Bersikap tenang akan dianggap sebagai bentuk penghormatan terbaik.

2. Pelajari sejarahnya

(Angling/detikTravel)
Sebelum berkunjung ke objek wisata dengan cerita kelam, tidak ada salahnya untuk mempelajari sejarah dari tempat yang akan dihubungi. Dengan memahami sejarahnya, kita akan mendapat pengertian mendalam. Dengan mengerti akan membuat kita memahami dan menghargai lebih.

Kita juga bisa mempelajari sejarahnya di lokasi tujuan. Anda bisa bertanya pada pemandu, mencari papan informasi, berbincang dengan warga sekitar atau wisatawan lain.

3. Jaga tutur kata

(Thinkstock)
Mungkin Anda sering diingatkan oleh pemandu untuk menjaga tutur kata saat mengunjungi suatu tempat. Terkadang, sebuah objek wisata memiliki beberapa pantangan, seperti dilarang berbicara sembarangan.

Ada peribahasa mulutmu harimaumu, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan karena bicara sembarangan. Sikap respek biasanya paling dibutuhkan saat melakukan wisata kelam.

4. Berpakaian yang sopan

(Thinkstock)
Saat mendatangi objek wisata kelam, rasanya kita dibawa kembali menyusuri sejarah dan peristiwa yang terjadi dahulu kala. Berpakaianlah yang sopan, karena mengunjungi objek wisata kelam berbeda dengan piknik yang lebih santai. Terkadang beberapa tempat mengharuskan pengunjung untuk berpakaian tertutup. Sikapi dengan bijak.

5. Patuhi peraturan

(Thinkstock)
Hampir sebagian besar objek wisata kelam memiliki aturan yang perlu dipatuhi. Bukan tanpa alasan, aturan yang ada tentu dibuat untuk kebaikan pengunjung dan objek wisata itu sendiri. Dengan mematuhi peraturan, sekaligus meningkatkan kepedulian kita sebagai pengunjung yang baik.

6. Berfoto sewajarnya

(Thinkstock)
Siapa yang tidak suka berfoto saat mengunjungi objek wisata? Tentu semua suka berfoto, apalagi selfie sedang tren. Namun, berfoto di objek wisata yang dahulunya merupakan tempat pembantaian atau tragedi, sekiranya cukup seperlunya. Lebih baik menghayati cerita di baliknya saat berkunjung. Lebih pas dan lebih pantas.

7. Ambil hikmahnya

(Thinkstock)
Selalu ada hikmah yang bisa diambil dari peristiwa kelam di masa lalu. Dengan berkunjung ke objek wisata kelam, kita akan dituntut untuk mengingat cerita masa lalu yang sebaiknya jangan terulang lagi. Masa lalu yang telah terjadi memang akan menjadi pembelajaran bagi masa depan yang lebih baik.
Halaman 2 dari 8
Layaknya pendatang yang bertamu ke sebuah tempat, sebaiknya kita menjaga ketenangan saat mendatangi objek wisata kelam. Di sebuah objek wisata kelam, seringkali terdapat cerita sejarah yang pilu dan menyedihkan. Bersikap tenang akan dianggap sebagai bentuk penghormatan terbaik.

Sebelum berkunjung ke objek wisata dengan cerita kelam, tidak ada salahnya untuk mempelajari sejarah dari tempat yang akan dihubungi. Dengan memahami sejarahnya, kita akan mendapat pengertian mendalam. Dengan mengerti akan membuat kita memahami dan menghargai lebih.

Kita juga bisa mempelajari sejarahnya di lokasi tujuan. Anda bisa bertanya pada pemandu, mencari papan informasi, berbincang dengan warga sekitar atau wisatawan lain.

Mungkin Anda sering diingatkan oleh pemandu untuk menjaga tutur kata saat mengunjungi suatu tempat. Terkadang, sebuah objek wisata memiliki beberapa pantangan, seperti dilarang berbicara sembarangan.

Ada peribahasa mulutmu harimaumu, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan karena bicara sembarangan. Sikap respek biasanya paling dibutuhkan saat melakukan wisata kelam.

Saat mendatangi objek wisata kelam, rasanya kita dibawa kembali menyusuri sejarah dan peristiwa yang terjadi dahulu kala. Berpakaianlah yang sopan, karena mengunjungi objek wisata kelam berbeda dengan piknik yang lebih santai. Terkadang beberapa tempat mengharuskan pengunjung untuk berpakaian tertutup. Sikapi dengan bijak.

Hampir sebagian besar objek wisata kelam memiliki aturan yang perlu dipatuhi. Bukan tanpa alasan, aturan yang ada tentu dibuat untuk kebaikan pengunjung dan objek wisata itu sendiri. Dengan mematuhi peraturan, sekaligus meningkatkan kepedulian kita sebagai pengunjung yang baik.

Siapa yang tidak suka berfoto saat mengunjungi objek wisata? Tentu semua suka berfoto, apalagi selfie sedang tren. Namun, berfoto di objek wisata yang dahulunya merupakan tempat pembantaian atau tragedi, sekiranya cukup seperlunya. Lebih baik menghayati cerita di baliknya saat berkunjung. Lebih pas dan lebih pantas.

Selalu ada hikmah yang bisa diambil dari peristiwa kelam di masa lalu. Dengan berkunjung ke objek wisata kelam, kita akan dituntut untuk mengingat cerita masa lalu yang sebaiknya jangan terulang lagi. Masa lalu yang telah terjadi memang akan menjadi pembelajaran bagi masa depan yang lebih baik.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads