Tips Foto Seru di Gunung Tanpa Cari Bahaya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pendaki Jatuh di Kawah Merapi

Tips Foto Seru di Gunung Tanpa Cari Bahaya

Faela Shafa - detikTravel
Senin, 18 Mei 2015 14:36 WIB
Tips Foto Seru di Gunung Tanpa Cari Bahaya
(Shafa/detikTravel)
Jakarta - Rasanya mustahil tak memotret diri saat mendaki gunung. Banyak spot cantik untuk dijadikan latar. Tapi ingat, ada hal yang harus dipatuhi agar tidak berakhir bahaya.

Setelah melewati bermacam rintangan, akhirnya sampai juga di puncak gunung. Di saat inilah, traveler biasanya ingin memngabadikan momen dengan foto di sudut-sudut keren. Sayangnya, kadang yang cantik juga mengundang bahaya.

Seorang pendaki sedang dicari tim SAR lantaran jatuh setelah berfoto di puncak Merapi. Semua pendaki tentu ingin kembali ke rumah dengan sehat dan semangat. Untuk itu, detikTravel, Senin (18/5/2015) pun mengumpulkan tips foto seru di gunung tanpa cari bahaya:

1. Jangan memaksa

(Shafa/detikTravel)
Banyak hal yang bisa membuat kamu memaksakan diri demi dapat foto yang terbaik. Mulai dari rela berdiri di ujung tebing hingga berpose yang membahayakan.

Hindari hal-hal yang mengundang bahaya. Jika spot fotonya terlalu riskan dan bahaya, jangan dipaksakan untuk naik. Masalah hasil foto keren atau tidak, tergantung angle yang dipilih oleh sang fotografer.

Jika dirasa tidak mampu menahan keseimbangan, atau tak bisa mencapai titik yang diinginkan, jangan dipaksa. Karena jika tidak mawas diri, bisa-bisa kehilangan keseimbangan dan mendatangkan bahaya.

2. Wajib ekstra hati-hati

(Muhammad Rizal Sholahuddin/d'Traveler)
Banyak sekali spot keren yang ditemui di gunung. Namun, banyak juga yang proses pengambilan fotonya sangat berbahaya. Banyak foto yang hasilnya keren, namun usaha pengambilannya sungguh ngeri.

Salah satunya yang duduk atau pose membahayakan diri di ujung tebing. Apapun pose yang diinginkan sah-sah saja, asal harus meningkatkan kehati-hatian.

Jangan asal manjat ujung tebing tanpa alat pengaman. Jangan langsung turun dari tempat berbahaya secara terburu-buru. Semuanya harus dengan perhitungan yang matang. Tak apa gerakannya lamban asal selamat.

3. Jangan menyepelekan & sombong

(Nanda Mulfi Setiawan/d'Traveler)
Salah satu bakat sifat yang dimiliki manusia adalah sombong. Nah, hal ini yang harus dibuang jauh-jauh. Tak hanya di gunung tapi di mana saja.

Di gunung, hindari menyepelekan sebuah medan atau titik tertentu. Karena apa yang menurut kamu mudah, bisa saja malah sulit. Tak boleh juga terlalu sombong dan menganggap segalanya mudah.

Karena dengan mengutamakan kedua sifat ini, secara otomatis rasa hati-hati akan berkurang. Di sinilah petaka bisa menimpa kamu.

4. Sabar

(Muhammad Rizal Sholahuddin/d'Traveler)
Tidak semua spot foto di gunung punya area yang luas. Ada beberapa spot yang hanya bisa diisi satu orang sehingga untuk mengambil foto pun harus bergantian.

Hal yang harus kamu lakukan adalah sabar menunggu. Karena jika tetap memaksa naik dan berfoto malah bisa bahaya. Bukan hanya kamu membahayakan diri sendiri, tapi juga bagi orang lain.

5. Berpose yang simpel

(Budi Sugiharto/detikTravel)
Akui saja, saat ini rasanya terlalu bosan untuk foto dengan pose biasa saja. Tapi ini beda urusannya jika di gunung. Hindari berfoto melompat dan sejenisnya berbahaya.

Bukan untuk membatasi ekspresi traveler, tapi lebih karena alasan keamanan. Tanah atau dataran di gunung lebih rentan dibanding yang ada di permukaan biasa.

Terlalu banyak gerakan ekstrem malah bisa memicu longsor. Jangan nekat foto levitasi di pinggir kawah atau jurang ya. Ngeri!

Berpose saja yang simpel dan tidak membahayakan. Masalah hasilnya keren atau tidak, tergantung latar dan angle yang dipilih.

Halaman 2 dari 6
Banyak hal yang bisa membuat kamu memaksakan diri demi dapat foto yang terbaik. Mulai dari rela berdiri di ujung tebing hingga berpose yang membahayakan.

Hindari hal-hal yang mengundang bahaya. Jika spot fotonya terlalu riskan dan bahaya, jangan dipaksakan untuk naik. Masalah hasil foto keren atau tidak, tergantung angle yang dipilih oleh sang fotografer.

Jika dirasa tidak mampu menahan keseimbangan, atau tak bisa mencapai titik yang diinginkan, jangan dipaksa. Karena jika tidak mawas diri, bisa-bisa kehilangan keseimbangan dan mendatangkan bahaya.

Banyak sekali spot keren yang ditemui di gunung. Namun, banyak juga yang proses pengambilan fotonya sangat berbahaya. Banyak foto yang hasilnya keren, namun usaha pengambilannya sungguh ngeri.

Salah satunya yang duduk atau pose membahayakan diri di ujung tebing. Apapun pose yang diinginkan sah-sah saja, asal harus meningkatkan kehati-hatian.

Jangan asal manjat ujung tebing tanpa alat pengaman. Jangan langsung turun dari tempat berbahaya secara terburu-buru. Semuanya harus dengan perhitungan yang matang. Tak apa gerakannya lamban asal selamat.

Salah satu bakat sifat yang dimiliki manusia adalah sombong. Nah, hal ini yang harus dibuang jauh-jauh. Tak hanya di gunung tapi di mana saja.

Di gunung, hindari menyepelekan sebuah medan atau titik tertentu. Karena apa yang menurut kamu mudah, bisa saja malah sulit. Tak boleh juga terlalu sombong dan menganggap segalanya mudah.

Karena dengan mengutamakan kedua sifat ini, secara otomatis rasa hati-hati akan berkurang. Di sinilah petaka bisa menimpa kamu.

Tidak semua spot foto di gunung punya area yang luas. Ada beberapa spot yang hanya bisa diisi satu orang sehingga untuk mengambil foto pun harus bergantian.

Hal yang harus kamu lakukan adalah sabar menunggu. Karena jika tetap memaksa naik dan berfoto malah bisa bahaya. Bukan hanya kamu membahayakan diri sendiri, tapi juga bagi orang lain.

Akui saja, saat ini rasanya terlalu bosan untuk foto dengan pose biasa saja. Tapi ini beda urusannya jika di gunung. Hindari berfoto melompat dan sejenisnya berbahaya.

Bukan untuk membatasi ekspresi traveler, tapi lebih karena alasan keamanan. Tanah atau dataran di gunung lebih rentan dibanding yang ada di permukaan biasa.

Terlalu banyak gerakan ekstrem malah bisa memicu longsor. Jangan nekat foto levitasi di pinggir kawah atau jurang ya. Ngeri!

Berpose saja yang simpel dan tidak membahayakan. Masalah hasilnya keren atau tidak, tergantung latar dan angle yang dipilih.

(Faela Shafa/Fitraya Ramadhanny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads