Mundur Dua Langkah Bisa Membuat Foto Lebih Keren?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mundur Dua Langkah Bisa Membuat Foto Lebih Keren?

Ari Saputra - detikTravel
Jumat, 04 Sep 2015 14:50 WIB
Mundur Dua Langkah Bisa Membuat Foto Lebih Keren?
Royal Chateau of Blois dipotret tanpa bingkai (atas) dan dengan bingkai pilar (Ari Saputra/detikTravel)
Jakarta - Ada banyak cara membuat foto lebih bercerita. Bukan saja menggunakan kamera berteknologi tinggi, tapi juga dengan teknik yang baru. Coba mundur dua langkah dan temukan hasil foto yang lebih dalam.

Hasil foto terasa datar dan kurang berdimensi? Cobalah untuk memberi sentuhan lain. Salah satu trik yang paling populer yakni dengan teknik framing supaya kemasan cerita lebih enerjik. Frame itu pula yang membuat foto berlapis (layer) dan membangun ruang dinamis yang lebih bercerita.

Biasanya framing ini muncul begitu saja karena ada elemen yang mendukung. Namun untuk beberapa kasus, perlu berpikir agak lama sampai menemukan unsur yang tepat membingkai narasi. Biasanya dengan menunggu momen seperti orang lewat sebagai framing, atau cukup mundur dua langkah sampai menemukan bingkai yang tepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat memotret kastil kuno di Tours, Prancis, foto pertama terlihat datar (Foto 1). Namun dengan mundur beberapa langkah, dapat diperoleh siluet pilar kastil yang membantu foto lebih enerjik. Begitupun saat memotret menara Fery Building Market Place San Francisco yang terasa flat meski langit biru. Namun dengan mundur beberapa jengkal ke belakang, mampu menghasilkan frame yang dinamis berupa siluet ranting pohon dan orang melintas. (Foto 2)

Kalau beruntung, unsur framing bisa berlangsung spontan seperti saat mau keluar kastil dan melihat adegan orang melintas di tengah gerbang. Juga saat mendapati gerbang masjid Kampong Glam di Singapura. Tanpa perlu pikir panjang, kamera dibidikan dengan lengkung gerbang sebagai bingkai yang atraktif.

Pada contoh lain saat chek out di San Francisco, pintu hotel langsung memberikan pandangan pejalan kaki yang berlalu-lalang. Sontak, shutter kamera dipencet dengan fokus kepada ekpresi dan bahasa tubuh yang tergesa-gesa. Secara spontan pula, pintu hotel dimasukkan ke frame foto untuk membuat framing yang lebih artistik.

Selebihnya tinggal dikembangkan sesuai momen dan peristiwa di sekitar Anda yang tentu berbeda dengan contoh ini. Gunakan imajinasi dan kreatifitas untuk membuat framing yang lebih atraktif dengan tetap mengedepankan estetika. Sebab, memotret itu menyenangkan dan tanpa batas.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads