Walau mulai membuka diri, namun Korea Utara atau yang akrab disapa Democratic People's Republic of Korea (DPRK) bukan seperti negara pada umumnya. Ada banyak aturan dan hal-hal penting yang harus ditaati, mengingat tertutupnya negara ini.
Melanggar aturan bahkan bisa membuat traveler dipenjara hingga dihukum berat, tidak peduli siapa pun Anda. Sudah banyak situs yang membahas tips traveling ke Korea Utara. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (18/4/2016) inilah 6 tips yang utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengawasan hampir 24 jam adalah apa yang menanti traveler ketika menginjakkan kaki ke Korea Utara. Ibaratnya orang penting, Anda akan diawasi oleh tur guide yang bertugas untuk mengawasi setiap gerak-gerik yang dilakukan.
Dalam artian, sang tur guide sudah pasti akan menemani Anda ke mana pun berada. Singkat kata, traveler juga tidak bisa sembarangan pergi tanpa didampingi oleh tur guide. Pokoknya sama sekali tidak bebas.
2. Ingat, tidak boleh sembarangan memotret
Korea Utara terkenal sangat keras untuk urusan keamanan negaranya. Oleh sebab itu, traveler yang datang ke Korea Utara tidak boleh sembarangan memotret. Salah atau nekat foto objek yang dilarang bisa membuat kamera disita lho.
Aturan itu pun tidak terbatas pada objek sensitif seperti zona militer dan tentara. Memotret orang yang tengah berjalan saja kadang bisa jadi masalah. Amannya, traveler harus bertanya dan meminta restu dari tur guide sebelum memotret suatu objek.
3. Perhatikan barang bawaan
Selain aturan super ketat, pihak imigrasi Korea Utara juga sangat sensitif perihal barang yang Anda bawa. Barang-barang sensitif seperti ponsel, USB, tablet dan laptop sudah pasti akan dicek luar dalam.
Hal atau data apapun yang dianggap berbahaya di Korea Utara sudah pasti tidak akan tembus. Misalnya saja konten porno hingga religius, semuanya dilarang di Korea Utara. Apalagi konten atau produk Korea Selatan, sudah pasti bakal kena sita.
4. Mungkin tidak usah bawa ponsel
Membawa ponsel merupakan salah satu dilema dan perlu dihindari apabila traveling ke Korea Utara. Selain sulit lolos di imigrasi, traveler juga tidak akan menemukan koneksi di Korea Utara. Namanya juga negara yang super tertutup.
Seandainya ponsel Anda ditahan pihak imigrasi, kabar baiknya traveler bisa beli baru plus sim card lokal di Korea Utara. Tapi tetap jangan harapkan koneksi internet ya.
5. Tidak boleh menunjukkan identitas agama
Sebagai negara yang totalitarian, Korea Utara paling anti untuk urusan agama. Pengenaan dan berbagai atribut agama adalah hal yang sangat dilarang di Korea Utara. Pada Oktober tahun 2014 lalu, seorang traveler Amerika sempat ditahan karena meninggalkan sebuah kitab suci di salah satu kelab malam di Korut seperti diberitakan Al Jazeera.
Tentunya pelaksanaan kegiatan agama seperti ibadah atau doa bareng bisa membuat Anda ditangkap oleh pihak berwenang. Di Korea Utara, Kim Jong Un ibaratnya adalah Tuhan.
6. Harus hormat pada Kim Jong Un
Satu aturan pasti bagi masyarakat hingga traveler yang datang ke Korea Utara, hormatilah Kim Jong Un sebagai entitas yang paling tinggi. Baik tertulis maupun tidak, sosok pemimpin Korea Utara dan para bapak bangsanya harus dihormati habis-habisan.
Misalnya saja, siapa pun harus hormat pada patung Kim Jong Un beserta para bapak bangsa jika kebetulan melihatnya. Masalahnya, ada sekitar 34 ribu patung mereka. Jadi bayangkan saja sesering apa traveler harus memberi hormat.
Hal tersebut juga berlaku untuk koran atau majalah yang memuat foto pemimpin Korea Utara. Membuang koran bergambar pemimpin Korea Utara bisa membuat Anda ditangkap atas tuduhan tidak hormat, ujar salah satu pakar travel Asia seperti diberitakan CNN.
Apabila Anda sudah membulatkan tekad untuk traveling ke Korea Utara, patuhilah semua aturan yang ada di atas. Dengan melakukannya, mungkin Anda bisa traveling ke Korea Utara tanpa halang merintang. Mungkin...
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru