Ruins of St Paul's yang didirikan tahun 1602-1640, dulunya adalah Gereja St Paul atau dikenal juga sebagai Mater Dei, dan menjadi bagian dari St Paul's College. Gereja berdiri dengan begitu megahnya, namun tahun 1835 tempat peribadatan ini terbakar, menyisakan bagian depan gereja, tangga dan fondasi di beberapa sisi.
Reruntuhan gereja masih dilestarikan hingga sekarang. Puing ini pun menjadi salah satu landmark dan tujuan wisata favorit turis di Macau. Disusun detikTravel, Selasa (20/9/2016), berikut 5 tips liburan maksimal di Ruins of St Paul's:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruins of St Paul's masuk dalam area kota tua di Macau. Untuk menjelajahinya, lebih asyik dengan jalan kaki santai. Posisi puing yang menakjubkan ini juga di dataran yang cukup tinggi.
Sehingga lebih baik gunakan sepatu yang dirasa paling nyaman. Agar kaki tidak lecet. Untuk traveler wanita sebaiknya juga jangan kenakan sepatu berhak tinggi.
2. Belanja suvenir
Dari turun kendaraan hingga menuju reruntuhan, ada sejumlah toko suvenir yang bisa dikunjungi. Gantungan kunci, koin kasino tiruan, miniatur Ruins of St Pauls hingga kaos bisa ditemukan di sana.
Harganya beragam, dan kalau belanja dalam jumlah banyak bisa mendapat diskon lho. Dan di sana ada toko dengan salah satu karyawannya adalah orang Indonesia dan melayani dengan bahasa Indonesia. Toko tersebut bernama Sam Yi.
3. Mengagumi Ruins of St Paul's dari dua sisi
Pesona reruntuhan ini bisa dinikmati tak hanya dari sisi depan namun juga belakang. Untuk melihat keindahan sisi depan dengan aneka ukiran itu bisa dilakukan dari puluhan anak tangga di depannya atau dari pelataran di depannya.
Sedangkan sisi belakang bisa dilihat dengan masuk ke dalam pintu dari sisi depan. Untuk masuk ke dalam ini tidak perlu membeli tiket. Tampak rongga penyangga, jendela dan dinding bata tanpa ukiran.
4. Memotret Ruins of St Paul's
Kunjungan ke Ruins of St Paul's tentu tak lengkap tanpa mengabadikan pesonanya dalam kamera. Bagian depan puing yang dulunya gereja ini memang selalu ramai, apalagi siang hingga sore. Jadi kalau mau lebih bebas memotret datanglah di pagi hari, atau malam jika ingin mengambil momen di kala gelap.
Memotret reruntuhan dari teras depan memang bagus. Tapi kalau ingin memotret sekaligus area tanaman hijau yang indah di salah satu sisinya, lebih baik jika memotret dari ujung bawah tangga.
5. Kunjungi Museum of Sacred Art and Crypt
Jangan lewatkan kunjungan ke Museum of Sacred Art and Crypt di Ruins of St Paul's ini. Di jalan dari sisi depan ke area museum, terdapat pula sejumlah makam biarawan yang berlapis kaca.
Museum berisi puing bangunan dan barang-barang peninggalan sejarah komplek gereja. Areanya tak terlalu besar, sekitar 10 menit rasanya sudah cukup untuk menjelajahinya.
Namun perlu diingat, di dalam museum dilarang memotret. Museum of Sacred Art and Crypt bisa dimasuki gratis setiap hari pukul 09.00-18.00, kecuali hari selasa yang tutupnya lebih cepat yaitu hingga pukul 14.00 waktu setempat. (krn/krn)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5