Salah satunya adalah banjir besar. Di musim hujan seperti saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah air akan bertambah sehingga wilayah perairan pun meluap, yang menyebar ke wilayah darat.
Ketika traveling dan menemui kejadian ini, jangan panik. Ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat terjebak di kondisi tersebut, seperti dirangkum detikTravel, Rabu (29/11/2017):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat rawan bahaya seperti ini, jangan pernah paksakan keadaan untuk pergi ke destinasi wisata. Selalu pikirkan keselamatan yang menjadi faktor utama.
Jika memang tidak memungkinkan, jangan paksakan untuk mendatangi tempat tersebut. Selalu update informasi dan pantau berita terkini agar mengetahui informasinya.
2. Selalu sedia kantong plastik
Saat traveling di situasi banjir, baiknya kemas barang-barang di dalam kantong plastik. Bisa jadi, tas yang dibawa tidak dapat menahan air sehingga akan membasahi barang bawaan.
Masukkan baju, alat-alat pribadi khususnya barang elektronik ke dalam plastik yang berbeda. Jika memungkinkan, bedakan warna plastik dengan jenis barang sehingga mempermudah saat ingin mengambilnya dari dalam tas.
3. Jas hujan dan sepatu boots
Ketika hujan, mungkin payung bisa menjadi solusi untuk menutupi sebagian tubuh. Namun saat banjir, lain ceritanya. Agar lebih aman, gunakan jas hujan dan sepatu boots.
Jas hujan dapat melindungi hampir seluruh bagian tubuh dan pakaian agar tidak basah langsung ke kulit. Sedangkan sepatu boots akan membantu traveler ketika jalan yang dilewati penuh lumpur dan kotor.
4. Catat nomor-nomor penting
Bencana alam bisa saja beruba-rubah, bahkan tidak selalu sesuai prediksi. Untuk berjaga-jaga, catatlah selalu nomor-nomor penting.
Berbagai nomor yang diperlukan antara lain polisi, badan penanggulangan bencana atau palang merah. Selalu ingat masing-masing nomornya di tempat traveler berada, sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, bisa langsung menghubungi pihak yang bersangkutan.
5. Selalu menanyakan kondisi ke pihak penginapan
Pihak penginapan, yang menaungi banyak tamu biasanya memiliki informasi terkini soal keadaan di sekitar lokasi. Mereka juga memiliki standar pelayanan jika terjadi bencana alam yang harus dilakukan kepada pengunjung.
Maka dari itu, usahakan selalu bertanya kepada petugas di saat-saat tertentu. Ini dapat mempersiapkan traveler dari berbagai macam bahaya.
6. Memasok makanan
Jika keadaan masih memungkinkan, tidak ada salahnya untuk memasok makanan instan sebelum keadaan lebih buruk. Belilah makanan-makanan cepat saji yang mudah dimasak dan disantap.
Termasuk air bersih, baiknya gunakanlah air kemasan ketika sumber-sumber lainnya sudah tercemar banjir. Air yang tidak higienis dapat berdampak dengan kesehatan.
7. Cairan antiseptik
Saat banjir, sangat rentan dengan kuman yang bisa menyebar lewat mana saja. Cairan antiseptik bisa digunakan untuk menghindarinya.
Cairannya bisa dicampur dengan air untuk mandi, atau membersihkan barang-barang yang dibawa saat traveling. Lebih baik mencegah dari pada mengobati bukan?
8. Hubungi operator transportasi
Untuk mengetahui jadwal transportasi yang digunakan serta perubahan saat kondisi bencana alam, baiknya hubungi dulu pihak operator transportasi.
Terlebih ketika traveler menggunakan jalur darat, yang menjadi daerah rawan banjir. Tanyakan apakah jadwal terganggu atau tidak, serta apa respon dari pihak operator kedepannya.
9. Selalu hubungi keluarga atau kerabat
Selalu hubungi keluarga soal informasi terkini dan keadaan traveler dimanapun dan kapanpun. Ini dapat membuat keluarga merasa tenang dan tidak khawatir.
Terlebih jika ada beberapa keperluan yang tidak bisa dijangkau. Keluarga dan kerabat bisa membantu traveler ketika diperlukan di saat-saat rawan bencana.
10. Cari info titik berkumpul
Biasanya, di saat bencana alam, pemerintah atau badan penanggulangan bencana menyediakan titik berkumpul yang dirasa aman. Carilah informasinya lewat berita. Ini akan membantu saat dibutuhkan evakuasi.
11. Atur ulang itinerary
Pergi traveling saat bencana alam, tandanya harus mengatur ulang agenda perjalanan. Jangan memaksakan keadaan, cari destinasi yang dapat dijangkau dan tidak rawan bencana.
Atur kembali jadwal perjalanan kapan harus tinggal, pulang, atau pergi ke destinasi lainnya. Manfaatkan waktu dan tempat dengan efisien serta sesuai dengan kondisi. (sna/aff)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau