Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Okt 2018 12:22 WIB

TRAVEL-TIPS

Penting! 9 Tips Waspada Tsunami Saat Liburan di Pantai

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Kerusakan akibat tsunami pasca gempa palu (DRONE PILOT TEZAR KODONGAN/via REUTERS)
Kerusakan akibat tsunami pasca gempa palu (DRONE PILOT TEZAR KODONGAN/via REUTERS)
Jakarta - Indonesia punya banyak pantai yang indah. Tapi jangan lupa, negeri kita juga rawan gempa dan tsunami. Kalau liburan ke pantai, ini tipsnya supaya aman.

Gempa Palu di Sulawesi Tengah yang disusul tsunami, menimbulkan banyak korban jiwa. Sebagian korban ada di pantai, karena pada saat kejadian memang sedang ada festival.

Tentu tidak ada orang yang ingin tertimpa musibah. Sembari kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban, inilah saatnya kita juga belajar untuk lebih siaga bencana.

Banyak traveler yang suka liburan ke pantai. Namun jangan lupa untuk selalu siaga dan waspada jika terjadi gempa karena berpotensi tsunami. Untuk itu, detiktravel Senin (1/10/2018) menyusun tips waspada tsunami saat liburan ke pantai:

1. Gembira itu harus, tapi waspada itu wajib

Liburan ke pantai pasti semua wisatawan ingin bergembira ria. Berenang, berjemur, minum air kelapa muda, main water sport dan lain-lain. Tapi jangan lupa untuk waspada sejak detik pertama kamu tiba di sana.

Ingat, Indonesia adalah negeri di cincin api, jalur vulkanik dan lempeng Bumi. Sudah dari sananya negeri kita rawan gempa dan berpotensi tsunami jika kita ada dipantai. Maka kamu harus waspada dan memastikan tips-tips selanjutnya ini.

2. Cari lokasi jalur evakuasi tsunami

Pantai-pantai di Indonesia memiliki jalur evakuasi tsunami yang ditandai dengan plang berwarna oranye berbentuk panah. Saat kamu sudah dekat dengan pantai tujuan kamu, pasti kamu melewati plang-plang ini.

Ingat-ingat dimana letaknya! Ketika kamu gelar tikar untuk leyeh-leyeh di pantai, ingat-ingat dimana jalur evakuasi tsunami terdekat dari situ.

Ibarat naik pesawat, kamu juga mesti ingat dimana letak pintu darurat bukan? Kalau tidak kelihatan, kamu bisa tanya warga lokal atau pemilik warung makan di pantai.

3. Perhatikan bukit di dekat pantai

Bukit di dekat pantai, bisa menjadi penyelamat saat terjadi tsunami. Kalau liburan ke pantai, coba tengok kanan kiri. Apakah ada bukit di dekat situ. Ingat-ingat letaknya dan ukur berapa jauh jaraknya dari tempat kamu.

Sebagai contoh, Pantai Tanjung Aan di Lombok dekat dengan Bukit Merese. Kalau ada bahaya tsunami, wisatawan bisa cepat-cepat naik ke bukit tersebut.

4. Saat gempa terjadi, segera hentikan aktivitas

Ketika gempa terjadi dan kamu ada di pantai, segera hentikan aktivitas liburan kamu. Ingat, kamu mungkin aman dari bangunan rubuh karena sedang ada di luar ruangan di tepi pantai. Tapi ada ancaman tsunami yang mesti diwaspadai.

5. Segera cek twitter BMKG dan berita online

Segera cek twitter BMKG dan berita online, setelah gempa terjadi. Berapa besar gempa, dimana lokasinya dan wajib cek apakah ada potensi tsunami. Kalau ada potensi tsunami, siap-siap evakuasi diri.

6. Segera menjauh dari pantai, menuju jalur evakuasi

Jangan tunda sedikit pun. Begitu ada pengumuman potensi tsunami, segeralah menjauh dari pantai dan menuju jalur evakuasi. Ingat jalur evakuasi yang tadi sudah kamu tandai, segera menuju ke sana.

Segera naik mobil atau motor yang kamu bawa. Kalau tidak segera lari ke jalur evakuasi. Kalau ada bukit yang tinggi, kamu juga bisa naik ke sana.

Nggak perlu ribet beres-beres, nyawa kamu lebih berharga dari barang-barang yang kita tinggalkan di pantai.

7. Jangan panik dan tetap fokus

Panik tidak akan membantu kamu sama sekali. Tetap tenang dan tetap fokus. Pikirkan ini: anggota keluarga kamu sudah lengkap belum, jalur evakuasinya ke arah mana.

Abaikan orang yang berteriak-teriak. Abaikan orang yang lari hilir mudik tak karuan. Fokus tujuan kamu adalah jalur evakuasi.

8. Pantau update informasi pihak berwenang, abaikan desas-desus

Setelah kamu berhasil evakuasi, pantau selalu lewat media sosial, berita online, radio atau petugas berseragam seperti polisi, tentara, petugas dishub dll untuk kondisi terkini pasca gempa. Jangan percaya desas-desus di sekitar lokasi kejadian.

9. Kasih tahu keluarga kalau kalian aman

Usai bencana gempa dan tsunami, kadang komunikasi jadi susah karena menara BTS rusak. Kalau masih bisa dapat sinyal, segera beri tahu keluarga, kerabat dan teman kalau kamu selamat dan dimana posisinya berada.

Kamu juga bisa memakai fitur keselamatan di Facebook untuk menandai kalau kamu aman di lokasi tersebut. Dengan memberi tanda di Facebook kalau kamu aman, semua friend Facebook kamu akan mendapat notifikasi kalau kamu aman.

Stay safe, stay alert ya traveler!




Tonton juga 'Ada di Situasi Pengeboman, Apa yang Harus Dilakukan?':

[Gambas:Video 20detik]

(fay/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED