Rahasia Menawar di Luar Negeri Agar Dapat Harga Lebih Murah
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rahasia Menawar di Luar Negeri Agar Dapat Harga Lebih Murah

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Senin, 02 Feb 2026 09:20 WIB
Rahasia Menawar di Luar Negeri Agar Dapat Harga Lebih Murah
Ilustrasi turis belanja (Getty Images/iStockphoto/PRImageFactory)
Jakarta -

Ingin belanja lebih hemat saat liburan ke luar negeri? Simak trik jitu tawar-menawar agar bisa mendapatkan harga diskon di pasar dan destinasi wisata.

Tawar-menawar menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman traveling di banyak negara. Mulai dari pasar tradisional, toko suvenir, hingga jasa transportasi lokal, negosiasi selalu jadi cara efektif untuk mendapatkan harga terbaik.

Sering terjadi, kendala bahasa membuat traveler kesulitan berkomunikasi. Tapi ada lho trik jitu dapat harga diskon tanpa harus bisa bahasa lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir situs Life is Travel, Senin (2/2/2026), berikut trik jitu tawar-menawar untuk dapatkan harga diskon saat belanja di luar negeri.

10 Trik Jitu Tawar-menawar Harga di Luar Negeri

1. Senyum dan Sopan

Perlu diingat bersikap sopan dan saling menghormati di negara orang merupakan hal yang wajib. Nah bersikap sopan dalam proses tawar-menawar bisa jadi sparring ringan dengan penjual.

ADVERTISEMENT

Senyuman dan sikap yang ramah yang dilakukan bisa mencairkan suasana dan membuat penjual lebih senang hati menurunkan harga karena merasa nyaman berinteraksi.

2. Jangan Sebut Harga Pertama

Untuk traveler yang ingin belanja, hindari menyebutkan harga terlebih dahulu. Maksudnya di sini biarlah penjual menyebutkan harga barang atau jasa yang ingin dibeli atau digunakan lebih dahulu, barulah setelah itu gunakan trik tawar-menawar yang sudah disiapkan untuk dapat diskon.

3. Riset Harga Sebelum Membeli

Sebelum menawar, amati dulu harga yang biasa ditawarkan di tempat itu, termasuk perbandingan harga yang dibayar wisatawan lain atau lokal. Dengan tahu harga barang atau jasa tersebut, traveler bisa dapat patokan untuk mendapat harga yang lebih murah.

4. Mencoba Akrab dengan Bahasa Lokal

Untuk traveler yang tidak fasih berbahasa lokal, tidak masalah. Tetapi lebih baik pelajari beberapa bahasa umum yang digunakan seperti "berapa harganya?" "terlalu mahal" atau "terimakasih."

Kebanyakan penjual biasanya lebih menghargai usaha pembeli yang menggunakan bahasa lokal, tidak menutup kemungkinan traveler dapat diskon dari penjual.

5. Jangan Tunjukkan Uang yang Dimiliki

Jangan tunjukkan uang tunai atau dompet yang traveler miliki kepada penjual ya! Menunjukkan dompet tebal atau uang banyak justru membuat penjual tahu kalau traveler punya banyak uang dan berpotensi tinggi menaikkan harga jual.

Sebaiknya lakukan negosiasi dulu, baru keluarkan uang setelah deal harga tercapai.

6. Tetap Sabar dan Jangan Buru-buru

Untuk mendapat harga diskon yang diinginkan, traveler memang harus sabar dan jangan terburu-buru. Kuncinya adalah kemampuan kita untuk meyakinkan penjual agar memberikan harga diskon yang sesuai.

Jika traveler buru-buru atau frustasi, penjual bisa memanfaatkan hal itu untuk mempertahankan harga tinggi.

7. Tembak Harga Lebih Murah

Mulailah tawar dengan harga yang lebih rendah dari harga yang traveler targetkan. Strategi ini bisa memberi ruang untuk bernegosiasi naik secara bertahap sambil tetap berada di bawah harga yang memang sudah disiapkan.

8. Bandingkan Harga

Kalau penjual tidak mau menurunkan harga, bandingkan dengan harga di kios atau toko sebelah. Penjual akan tahu bahwa kita tidak tergantung di satu tempat saja sehingga lebih mungkin memberi diskon agar pembeli tidak pergi.

9. Beri Pujian kepada Penjual

Memberi pujian tulus tentang barang dagangan atau etalase menunjukkan bahwa traveler menghargai usaha mereka. Penjual yang merasa dihargai sering kali akan lebih bersahabat dan mungkin memberi harga spesial. Ini bisa jadi trik untuk menggaet hati penjual.

10. Konsisten Pada Harga

Kuncinya satu, konsisten. Jika traveler sudah menetapkan angka yang mau dibayar, pegang teguh tawaran itu saat menyampaikannya. Tawar-menawar bukan hanya soal harga, tetapi juga konsistensi, jika traveler sering mundur dari tawaran sendiri, penjual bisa kehilangan respek atau bahkan menolak turun harga.




(fem/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads