Liburan ke tempat baru atau hidden gem kini menjadi tren yang digemari. Liburan plus ngonten menjadi hal mutlak yang kini digemari banyak orang.
Kamu tidak sengaja menemukan tempat yang super estetik, tenang, dan belum banyak orang tahu. Rasanya pasti ingin langsung mengambil kamera dan membagikannya ke media sosial.
Ada kepuasan tersendiri ketika kita bisa menjadi orang pertama yang 'menemukan' tempat seindah itu. Lewat visual yang pas, liburan ke hidden gem ini tidak hanya jadi sekadar momen melepas penat, tapi juga otomatis menaikkan level feed media sosial kamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa perlu banyak pamer, tempat yang magis dan eksklusif ini bakal langsung bikin siapa saja yang melihatnya penasaran dan ingin berkunjung ke sana. detikTravel merangkum tips untuk membuat konten liburan hidden gem kamu jadi berkelas.
Tips Berburu Konten Hidden Gem:
1. Riset dengan Formula Rekomendasi Lokal
Jangan cari tempat liburan di Google dengan kata kunci mainstream. Gunakan media sosial secara cerdik.
- Intip tagar yang spesifik: cari menggunakan tagar seperti #Explore[NamaDaerah] atau #Kuliner[NamaDaerah] (contoh: #ExploreBoyolali atau #KulinerKulonprogo).
- Tanya warga lokal: Datangi warung kopi lokal atau tanya ke pengemudi ojek online di daerah tujuan. Mereka biasanya tahu spot alam, bukit, atau tempat makan estetik yang belum terendus oleh wisatawan luar kota.
2. Kuasai Teknik Visual Gatekeeping
Kunci dari konten hidden gem yang viral adalah rasa penasaran netizen.
- Jangan langsung sebut lokasi: pada video atau foto pertama, fokus pada keindahan tempatnya dulu. Gunakan caption pemicu interaksi, seperti: "Nggak nyangka ada tempat se-syahdu ini di dekat Jakarta. Ada yang tahu ini di mana?"
- Gunakan audio yang sedang tren: Padukan visual tempat tersembunyi tersebut dengan musik yang sedang aesthetic atau trending di TikTok/Reels untuk mendongkrak algoritma.
3. Datang di Golden Hour
Tempat yang biasa saja bisa terlihat luar biasa kalau pencahayaannya tepat. Datanglah saat sunrise (sekitar jam 05.30) atau sunset (jam 17.00).
Selain mendapatkan pencahayaan alami yang magis (golden hour), datang di waktu-waktu ini memperkecil kemungkinan kamu berpapasan dengan orang lain, sehingga tempat tersebut benar-benar terlihat seperti 'milik pribadi' di kamera.
4. Jangan Salah Kostum
Konten hidden gem tidak akan estetik kalau baju kamu kontrasnya mengganggu atau tidak sesuai tema.
- Destinasi alam (hutan pinus, air terjun, bukit), gunakan baju berwarna bumi (earth tone) seperti krem, hijau olive, atau putih.
- Destinasi kafe/gedung tua, gunakan gaya vintage atau streetwear yang minimalis.
5. Jual Suasana, Bukan Cuma Objek
Netizen di media sosial sangat menyukai konten yang menyentuh panca indera (konten healing).
- Ambil video dengan teknik POV (Point of View) seolah-olah penonton sedang berjalan di tempat tersebut.
- Jangan ragu untuk merekam suara alami (ambient sound), seperti gemercik air, angin di pepohonan, atau gesekan daun, lalu jadikan itu sebagai latar suara video kamu.
(bnl/wsw)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau