DetikTravel









6 Perbatasan Negara Paling Berbahaya di Dunia

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel - Selasa, 25/09/2012 09:44 WIB
Siapa yang tak suka kaki kirinya menginjak satu negara, sementara kaki kanan di negara lain? Anda bisa melakukannya di perbatasan negara. Tapi, beranikah menginjakkan kaki di 6 perbatasan negara paling berbahaya ini?

Jangankan negara, menginjakkan kaki di batas provinsi saja wisatawan bisa sumringah. Di perbatasan provinsi, hal yang paling banyak dilakukan tentu saja berfoto lalu pergi lagi, melanjutkan perjalanan ke provinsi lain. Tapi di perbatasan negara, wisatawan tak bisa sekadar senang-senang lalu pergi.

Perbatasan negara adalah lokasi serius dan rawan. Ini adalah check point bagi para traveler yang pergi lintas negara. Pemeriksaan paspor dan bukti identitas lain sudah pasti dilakukan.

Tapi, beberapa perbatasan negara bisa jadi sangat menyeramkan. Hal ini karena berada di antara 2 negara yang punya konflik politik, etnis dan konflik lain. Beberapa perbatasan juga berada di tengah hutan, gurun pasir, dan lanskap alam ganas lainnya.

Dari situs Huffington Post, edisi Minggu (13/9/2012), berikut 6 perbatasan paling bahaya di dunia. Hati-hati kalau lewat sana!

1. Korea Utara-Korea Selatan

Dua negara Korea ini sudah sangat lama bersitegang. Wilayah perbatasan pun terletak di tengah-tengah dataran Korea, namanya Korean Demilitarized Zone (DMZ). Wilayah ini membentang sepanjang 250 km dengan lebar 4 km.

DMZ adalah perbatasan yang paling termiliterisasi di dunia. Inilah tempat Anda melihat banyak tank baja dan ranjau darat. Tentara yang membawa senapan sudah tak asing lagi tampaknya.

Namun selain itu, DMZ juga merupakan wilayah konservasi. Beberapa jenis fauna seperti Amur Leopard dan Bangau Mahkota Merah juga ada di sini.

2. Meksiko-AS

Sejak pihak militer ikut andil di kawasan ini, perbatasan Meksiko-AS sudah terkenal sebagai lokasi Drug War. Perang ini dilakukan oleh kartel penjual obat-obatan terlarang untuk mempertahankan batas regional. Bahkan konflik tersebut masih berlangsung hingga sekarang.

Hal itu bukanlah satu-satunya alasan perbatasan ini berbahaya. Lanskap gurun di sekitarnya telah membunuh ratusan orang karena kehausan.

3. Pakistan-India

Pakistan dan India punya ketidaksukaan satu sama lain. Oleh karena itulah, perbatasan antara dua negara ini terutama daerah Kashmir menjadi bahaya untuk turis. Namun lucunya, terdapat upacara penutupan gerbang perbatasan antara kedua negara ini yang sering menjadi daya tarik wisatawan.

4. Bangladesh-India

Beberapa bagian perbatasan antara India dan Bangladesh adalah kawasan hutan yang lebat. Namun, bahaya tak hanya datang dari lanskap alamnya saja. Ada peraturan yang ditetapkan oleh petugas perbatasan India (Border Security Force/ BSF) yang disebut-sebut sebagai "shoot-to-kill".

Selama 10 tahun terakhir, BSF telah membunuh hampir 1.000 orang Bangladesh. Perbatasan ini menjadi "ladang pembunuhan" terbesar di Asia Selatan.

5. Kolombia-Ekuador

Perbatasan Negara Kolombia dan Ekuador bukan berbahaya karena adanya campur tangan militer. Adalah pemberontak FARC, kelompok separatis yang melakukan perdagangan obat-obatan terlarang. Mereka mengambil alih wilayah perbatasan, mereka pula yang pegang senjata.

6. Niger-Chad

Niger dan Chad adalah dua negara yang sama stabilnya, tanpa konflik politik atau lainnya. Perbatasan antara kedua negara ini menjadi bahaya bukan karena adanya militer atau organisasi obat-obatan terlarang, tapi karena lanskap alam yang mematikan. Bayangkan saja, perbatasannya terletak di antara Gurun Sahara!

(sst/fay)
Perbatasan Niger dan Chad (Huffington Post)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
 
Must Read close
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com