Berwisata Keliling Malioboro dan Sekitarnya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Berwisata Keliling Malioboro dan Sekitarnya

- detikTravel
Rabu, 15 Okt 2014 00:00 WIB
Jakarta - Liburan adalah hal yang paling menyenangkan dan ditunggu-tunggu oleh semua orang. Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk berlibur dan meskipun hanya 2 hari saja, banyak orang yang ingin menyia-nyiakannya untuk pergi ke luar kota. Jika anda sedang mencari wisata domestik yang murah namun berkesan, anda dapat datang ke kota Yogyakarta. Kota ini memiliki sejumlah tempat yang bisa anda jadikan sebagai destinasi wisata yang ekonomis namun tetap meninggalkan kesan yang manis di akhir perjalanan. Anda bisa datang ke kota pelajar ini dengan berbagai moda transportasi terutama darat dan udara.

Jika kita berbicara tentang Yogyakarta, pasti kita akan berpikir tentang Keraton sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarganya. Jika anda sudah puas berkeliling di pusat kota Yogyakarta ini, anda masih dapat menghabiskan liburan di tempat-tempat yang tak kalah eksotis yang terletak tidak jauh dari Keraton yang sebagian dibuka untuk umum. Berikut adalah beberapa referensi tempat wisata yang khas di Yogyakarta:

  • Malioboro,
  • Kampung Kauman,
  • Pecinan.
Malioboro adalah sebuah nama yang diambil dari bahasa Sansekerta dan memiliki arti yaitu karangan bunga. Dahulu jika ada acara di Keraton maka daerah ini akan dipenuhi dengan hiasan karangan bunga dan disinilah nama itu berasal. Hingga kini, jalan Malioboro masih menjadi pusat dari karnaval budaya yang sering diadakan di Yogyakarta seperti karnaval Malioboro, festival budaya, pekan budaya Tionghoa, dan Jogja Java Carnival. Beberapa acara dan karnaval ini memang dilakukan pada waktu yang tak tentu sehingga sangat beruntung bagi anda yang berkunjung ke Yogyakarta saat karnaval ini sedang digelar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum menjadi kawasan belanja yang ramai, Malioboro hanyalah jalan sepi yang banyak ditumbuhi pohon asam dan masyarakat Yogya biasanya melewatinya saat ingin menuju ke beberapa tempat seperti Keraton, Benteng Vredeburg, dan Gedung Agung. Namun seiring perkembangan pasar Beringharjo dan pemukiman warga etnis Tionghoa, Malioboro menjelma menjadi salah satu jalan tersibuk di Yogyakarta dengan deretan penjual cinderamata. Beberapa kerajinan juga bisa anda temui di tempat ini yaitu hiasan rotan, batik, perak, miniature kendaraan, blankon, gantungan kunci, dan wayang. Jika anda pandai menawar, maka anda bisa membawa pulang semua produk kerajinan ini dengan harga yang sangat terjangkau.

Kawasan kedua yang bisa anda sambangi adalah kawasan Kauman yang terletak di ujung Malioboro. Kawasan ini adalah wilayah yang masuk dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia. Gerakan Muhammadiyah pertama kali didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di tempat ini. Beliaulah yang menyempurnakan arah kiblat untuk menjalankan ibadah sholat. Saat berada di kasan ini anda akan menjumpai gapura melengkung dan untuk berjalan-jalan di kawasan ini anda harus berjalan kaki agar tidak menganggu para santri yang sedang menimba ilmu. Masjid Agung menjadi bangunan yang paling dikenal di kawasan ini. Arsitekturnya masih didominasi oleh pengaruh Jawa dengan Tumenggung Wiryakusuma sebagai perancangnya.

Jika anda memilih untuk berjalan ke arah selatan Malioboro, anda akan menemukan kawasan Pecinan yang terletak di jalan Ahmad Yani. Jalan ini dipenuhi dengan bangunan dan kios-kios kuno yang sudah berumur puluhan tahun. Tempat ini memiliki sejumlah kios yang menyediakan jasa merawat gigi dengan harga yang terjangkau. Setelah puas berjalan di pecinan, anda dapat mampir ke toko roti Djoen yang menjajakan makanan jaman dulu seperti kue bantal. Setelah mengisi perut, anda masih bisa menyusuri jalan ini untuk melihat-lihat kios tradisional yang menjual berbagai peralatan elektronik maupun barang bekas.

Tempat menginap
Selain transportasi dan akomodasi, tempat menginap adalah prioritas utama selain tempat atau lokasi berlibur anda di kota ini. Ada banyak hotel di jogja sebagai tempat menginap mulai harga terjangkau sampai kelas eksekutif atau berbintang yang bisa anda dapatkan, nah berikut beberapa hotel di jogja yang bisa anda book ketika anda merencanakan bepergian menghabiskan waktu liburan anda di kota ini.

Hotel Makuta
Mergangsan
Free Wifi
Rp 150.000

The Edelweiss Hotel
Gondokusuman
Free Wifi
Rp 400.001

Favehotel Kusumanegara
Gondokusuman
Rp 414.609

POP! Hotel Sangaji Yogyakarta
Gedongtengen
Rp 383.000

Cakra Kusuma Hotel
Yogyakarta (Jogja)
Rp 669.406

The 101 Yogyakarta Tugu
Gedongtengen
Rp 841.223

Abadi Hotel Jogja
Gedongtengen
Rp 730.000

EMDI House Seturan
Gondokusuman
Rp 299.999

Emdi House Timoho
Gondokusuman
Rp 360.000

Delta Homestay
Mergangsan
Rp 279.001

Dermaga Keluarga Hotel
Wirobrajan
Rp 317.275

LPP Hotel Yogyakarta
Gondokusuman
Rp 549.999

The Phoenix Hotel Yogyakarta - MGallery Collection
Gedongtengen
Rp 1.690.253

Grand Tjokro Yogyakarta
Yogyakarta (Jogja)
Rp 567.136

Hotel Santika Premiere Jogja
Gedongtengen
Rp 2.919.939

Cavinton Hotel
Wirobrajan
Rp 712.500

Duta Garden Hotel
Mergangsan
8.0/10

Free Wifi
Rp 866.666
Rp 650.000

Duta Hotel
Mergangsan
Rp 575.001

Hotel 1001 Malam
Gedongtengen
Rp 665.500

Wisma MMUGM Hotel
Yogyakarta (Jogja)
Rp 410.000

The GRAND PALACE Hotel - YOGYAKARTA
Mergangsan
Rp 800.000
Rp 600.000

Puri Artha Hotel
Gondokusuman
Rp 1.046.651

Cakra Kembang Hotel
Yogyakarta (Jogja)
Rp 349.202

Orlen Hotel
Gedongtengen
Rp 533.333

Aryuka Hotel
Yogyakarta (Jogja)
Rp 300.001

Omah Sastro
Gondokusuman
Rp 363.000

Tasik Jogja Hotel
Mergangsan
Rp 242.819

Gallery Prawirotaman Hotel
Mergangsan
Rp 600.000

(adv/adv)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads