Dengan demikian, Tanjung Kelayang yang terletak di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan tercatat sebagai KEK yang realisasi pembangunannya tercepat di Indonesia.
Sebelumnya Tanjung Kelayang ditetapkan sebagai KEK Pariwisata oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016, pada 15 Maret 2016 lalu. Hingga akhirnya realisasi pembangunan dimulai hanya dalam waktu sekitar lima bulan sejak penetapan tersebut.
KEK Tanjung Kelayang menjadi KEK yang realisasi pembangunannnya paling cepat di Indonesia dibanding pembangunan sembilan KEK lainnya yang baru dimulai 2-3 tahun sejak ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah. Seperti KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Morotai dan KEK Tanjung Api-api yang peletakan batu pertama baru dilaksanakan 3 tahun setelah ditetapkan sebagai KEK.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pembangunan KEK Tanjung Kelayang sangat cepat terealisasi berkat kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Belitung. "Ini adalah wujud konkret sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah" katanya .
Arief Yahya melanjutkan bahwa pembangunan KEK Tanjung Kelayang segera terealisasi berkat komitmen Konsorsium Belitung Maritime Silk Road (BMSR) sebagai pengembang dan pengelola. Konsorsium yang dimotori Dharmawangsa Group ini dinilai bukan hanya memiliki nama besar sebagai investor, tetapi juga komitmen serta reputasi yang tinggi dan teruji.
"Akselerasi pembangunan di sebuah kawasan akan berjalan cepat jika investornya punya nama, komitmen dan reputasi besar," ujar Arief Yahya, Senin (29/8).
Selain sebagai KEK Pariwisata, Tanjung Kelayang juga merupakan satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional. Kawasan yang memiliki pantai eksotis nan memesona ini sering disebut-sebut wisatawan sebagai Maldive-nya Indonesia dan diperkirakan akan menjadi Bali kedua di Indonesia.
Pembangunan KEK Tanjung Kelayang di atas lahan seluas 432 Ha beserta infrastruktur pendukungnya, seperti perpanjangan landasan pacu bandara, pembangunan instalasi air bersih, peningkatan kapasitas listrik dan perluasan jalan diperkirakan menelan biaya sekitar Rp20 triliun.
KEK Tanjung Kelayang mengusung konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Setelah peletakan batu pertama pada 2 September 2016, Konsorsium Belitung Maritime Silk Road akan langsung melakukan pembangunan tahap pertama berupa pembangunan resort dan hotel standar internasonal. Pada tahap selanjutnya akan dibangun lebih dari 10 jenis fasilitas (sfq/sfq)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru