Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Okt 2017 14:24 WIB

ADVERTORIAL

Jantung Borneo 2017, Lomba Sepeda di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Advertorial
Redaksi Travel
Jakarta - Sport tourism kembali menjadi andalan untuk menarik wisatawan. Kali ini giliran sport tourism Jantung Borneo 2017 yang akan digelar di area perbatasan Kapuas Hulu pada 27-29 Oktober 2017.

Berbeda dari biasanya, sport tourism ini akan menawarkan para pembalap suasana eksotis Bukit Kedungkang dan keindahan pemandangan Danau Sentarum dari ketinggian. Selain itu, peserta dapat menjelajah rute eksotis dengan panorama Rumah Betang Panjang Kedungkang di perbatasan area Kapuas Hulu.

"Gelaran Jantung Borneo sudah tiga kali digelar. Ini merupakan rangkaian acara Festival Danau Sentarum Betung Kerihun 2017. Rutenya bakal membelah wilayah crossborder Indonesia Malaysia," kata Sekretaris West Borneo Tourism Association Roni Wang dalam rilisnya, Kamis (12/10/2017). Rangkaian kegiatannya dipastikan tidak membosankan. Sejak landing, peserta akan langsung dijemput di Bandara Pangsuma Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu pada 27 Oktober 2017.

Setelah istirahat sejenak di Putussibau, peserta akan langsung dibawa menggunakan bus menuju perbatasan Indonesia-Malaysia di Badau. Dan semuanya akan menginap di sana.

"Acara puncak digelar 28 Oktober. Dan seremonialnya akan dimulai pukul 06.30 WIB yang ditandai pelepasan peserta di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau. Dari PLBN Badau peserta akan menuju Bukit Kedungkang untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Sentarum dari ketinggian," ujarnya.

Usai menikmati pemandangan dan beristirahat, peserta kemudian akan melanjutkan perjalanan mengunjungi Rumah Betang Panjang Kedungkang.

"Setibanya di rumah panjang yang dihuni masyarakat Dayak Iban, peserta akan disambut dengan tradisi adat setempat. Peserta juga akan mengeksplorasi apa saja yang ada di rumah Betang. Sore harinya, peserta akan menuju area kamping dilanjutkan dengan barbeku dinner pada malam harinya. Setelah itu peserta akan bermalam di sini," tuturnya.

Keseruannya tidak berakhir sampai di situ. Di hari ketiga, usai sarapan pagi, peserta akan diajak menyusuri Danau Sentarum dan jelajahnya akan menggunakan boat menuju Lanjak.

"Pasti seru karena Danau Sentarum menyimpan sejuta pesona alam, hutan dan habitat, burung-burung, termasuk burung Enggang yang terancam punah, beruang madu, dan keanekaragaman hayati dan flora," tambahnya.

Setelah semuanya tuntas, siang harinya peserta akan dibawa kembali menuju Putussibau dan melanjutkan penerbangan di Bandara Pangsuma.

Bagi Menpar Arief Yahya, membuat atraksi di wilayah crossborder dengan kegiatan sport tourism ini adalah solusi cerdas.

"Atraksi mendatangkan warga Malaysia yang berdekatan dengan wilayah perbatasan untuk bergerak ekonominya, dengan pariwisata, adalah upaya cerdas dan patut diacungi jempol. Kegiatan seperti ini tidak hanya mengajak orang untuk hidup sehat, tetapi juga membuat mereka bahagia. Ekspektasi kami adalah bisa menciptakan senyum di wajah para peserta karena keindahan Kapuas Hulu dan keunikan acaranya," kata Arief.

Festival Danau Sentarum Betung Kerihun (DSBK) 2017 merupakan upaya dari Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir untuk mempromosikan Kabupaten Kapuas Hulu yang merupakan destinasi utama di Provinsi Kalimantan Barat.

Selain Jantung Borneo 2017, berbagai agenda Festival DSBK 2017 yang akan dihelat sepanjang tahun 2017, antara lain Expo usaha produktif, makan dan kerajinan masyarakat, Gawai Nasrani, Gawai Dayak, serangkaian workshop/seminar/symposium Festival Tembawang, pekan olahraga kabupaten, Kemah Bakti Pemuda, The Autentic Heart of Borneo Music Festival, Trip Danau Sentarum By Kapal Bandung, Media Trip, Perahu Hias di Danau Sentaru, dan Touring The HoB Bikers Community. (adv/adv)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED