"Konsep pasar ini akan segera kami kembangkan ke daerah lain. Prinsipnya sama, kolaborasi anak-anak GenPI, pegiat media sosial, dan masyarakat yang dipromosikan melalui media sosial" kata Stafsus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono.
Pasar Pancingan Lombok disusun oleh GenPI Lombok Sumbawa. Pasar ini tidak hanya menghadirkan sebuah atraksi baru yang menarik bagi wisatawan. Namun juga turut mengangkat potensi dan promosi Desa Wisata Bilebante Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena GenPI sebagai komunitas harus berkolaborasi dengan unsur Pentahelix. Kali ini GenPI berkolaborasi dengan masyarakat Desa Wisata Bilebante untuk mendukung aktifasi atraksi dan promosi desa wisata," paparnya.
Pasar Pancingan merupakan sebuah model atraksi wisata yang konsepnya mengambil dari Pasar Karetan yang dikreasi oleh Genpi Jateng. Namun dimodifikasi dan disesuaikan dengan karakteristik yang ada di Lombok dan Sumbawa.
Nama Pasar Pancingan dipilih karena memang atraksi utamanya adalah memancing. Nantinya, ikan hasil pancingan tersebut akan diolah menjadi kuliner ikan.
"Tidak hanya kuliner ikan, tapi akan ada 30 menu kuliner khas Lombok, menu andalan Desa Bilebante, dan menu modern lainnya," lanjutnya.
Sama dengan Pasar Karetan yang bikin heboh karena penataan lokasi yang instagramable dan full access telekomunikasi, Pasar Pancingan juga akan menghadirkan fasilitas tersebut.
"Tunggu tanggal mainnya, yang pasti instagramable, banyak spot selfie, aneka macam kuliner, tempat yang asyik, alami, dan banyak edukasi," katanya.
Mengenai Bilebante, wilayah ini adalah desa wisata yang dikembangkan mulai 2015 dan terus berkembang hingga menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Awalnya, desa ini disebut desa 'debu' karena banyaknya lokasi galian pasir yang membuat debu beterbangan.
Namun ketua desa dan pemuda setempat mengubah desa ini menjadi desa wisata hijau yang layak dikunjungi wisatawan. Salah satunya, Desa Wisata Hijau Bilebante menawarkan paket bersepeda dan berkeliling desa untuk melihat langsung aktivitas warga dengan pemandangan yang indah.
Mulai permukiman warga, tepian sungai, pematang sawah, kebun sayur dan buah, Jembatan Lime (Lima) yang merupakan peninggalan Belanda pada era 40-an, serta Pura Lingkar Kelud yang merupakan pura tertua di Lombok Tengah.
Selain itu, wisatawan bisa melihat langsung penanaman padi yang dilakukan masyarakat, melihat proses pembuatan topi khas lokal "Kekere", dan lainnya.
"Jadi selain Pasar Pancingan, ada atraksi bersepeda di Bilebante yang bisa dipilih wisatawan," tambahnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya selalu mengapresiasi langkah dan ide-ide kreatif yang dimunculkan komunitas GenPI. Bahkan ia menyatakan konsep ini juga akan banyak dihadirkan oleh komunitas GenPI lainnya di berbagai daerah.
"Menciptakan atraksi baru yang kekinian dengan memanfaatkan potensi lokal serta menggandeng unsur Pentahelix. Ini merupakan acara yang tidak hanya mengangkat cultural value. tapi juga akan menciptakan economic value sehingga akan membuatnya sustaine," katanya.
Ia pun terus mendorong komunitas lain untuk dapat menciptakan atraksi-atraksi baru yang akan menunjang sektor pariwisata. (adv/adv)











































Komentar Terbanyak
Jembatan Cirahong Bersolek, Cagar Budaya Peninggalan 1893 Kembali Dipercantik
Wisatawan Jepang Jadi Wisatawan Paling Sopan di Dunia, AS Paling Royal
Rumah Trump Dijaga Ketat, FAA Batasi Penerbangan di Langit Palm Beach