"The Sixty Two restoran dibuka April 2017. Memiliki konsep meeting, namun tak menjadikan tempat ini kaku layaknya tempat meeting di hotel atau kantor," ujar Pengelola The Sixty Two Resto and Lounge Dian Masyita dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/11/2017).
Di Kota Kembang sangat jarang restoran dan Kafe dengan konsep seperti ini. Terlebih Lokasinya sangat strategis berada di sebelah kanan Gedung Sate, membuat resto ini menjadi lokasi meeting point bagi para wisatawan yang datang ke Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih, lanjut Dian, orang yang datang ke restoran yang bukan hanya dari kalangan orang kantoran saja. Mulai dari mahasiwa, tamu luar negeri dari Universitas Padjajaran, artis, gubernur, hingga menteri juga pernah hadir ke restoran ini.
"Tempatnya cozy, internetnya super cepat, kami juga menggratiskan biaya ruang meeting dengan infokus di dalamnya dan yang paling penting, urusan colokan listrik juga kami sediakan sangat banyak," katanya.
Untuk menu andalannya, The Sixty Two menawarkan berbagai makanan khas Nusantara dan Eropa dengan harga yang relatif terjangkau, mulai Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu perorang untuk menu buffet. Ada juga ala carte yang tidak membuat kantong Anda kempes. Para pengunjung bisa menikmati menu sambil melakukan meeting tanpa dibatasi waktu.
"Kita tidak membatasi berapa lama pengunjung melakukan meeting atau networking. Menu yang kami tawarakan tentunya juga sangat oke. Ada western steak, berbagai varian pizza, fillet mignon, salmon en papilotte. Menu dari ikan salmon. Untuk menu Nusantara ada sop bintun, iga bakar, sup ikan kemangi, dan masih banyak lagi," ucapnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya turut menyambut baik kehadiran dan eksistensi The Sixty Two restoran yang mengusung konsep meeting di Bandung. Menteri yang juga tinggal di Bandung itu menuturkan Kota Bandung merupakan kota yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kota tujuan wisata.
Menteri asli Banyuwangi ini menilai Kota Bandung saat ini telah didukung oleh beragam fasilitas seperti hotel dan gedung pertemuan yang memiliki standar internasional.
"Bandung sudah bagus. Kita bisa lihat banyak fasilitas yang mendukung pariwisata. Termasuk The Sixty Two Resto and Lounge Bandung yang pasti bisa menjadi tempat yang ramah untuk wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara," kata Arief.
Setelah mengunjungi restoran, pengunjung juga bisa berwisata di dekat Gedung Sate seperti ke Museum Geologi Bandung. Museum yang memiliki bangunan dengan arsitektur kolonial Belanda ini menyuguhkan wisata edukasi yang cocok dikunjungi keluarga maupun anak muda.
Selain itu, bisa mengunjungi pasar yang berada di Lapangan Gasibu. Posisinya persis berada di depan Gedung Sate. Untuk udara dingin dan sejuk, para wisatawan bisa langsung meluncur ke Lembang Bandung setelah selesai melakukan meeting di restoran tersebut. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru