Materi 2 : Menpar Resmikan 2 Homestay Sigapiton

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Materi 2 : Menpar Resmikan 2 Homestay Sigapiton

Advertorial - detikTravel
Sabtu, 25 Nov 2017 18:50 WIB
Materi 2 : Menpar Resmikan 2 Homestay Sigapiton
Jakarta - Menpar Arief Yahya berkesempatan meninjau banyak lokasi penting terkait kesiapan Danau Toba, sebagai destinasi prioritas. Seusai mendampingi Presiden Jokowi di Peresmian Terminal Bandara Internasional Silangit, dia langsung mendatangi Desa Sigapiton, Kabupaten Toba Samosir terletak di pinggir timur Danau Toba.

Sebuah desa kecil, yang dijadikan desa pilot project untuk pengembangan Homestay Desa Wisata oleh Kementerian Pariwisata. Terakhir, Desa Sigapiton ditinjau Arief pada saat kunjungan lapangan pertamanya 8 Juli lalu.

Sejak 15 Oktober 2017, sekitar sebulan lalu telah berdiri dua unit Homestay 'Jabu Na Ture' yang dijanjikan oleh Arief dengan terinspirasi dari desain Sayembara Homestay Nusantara dan Homestay Ecopod yang merupakan percontohan homestay yang dibuat dari bahan bambu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambu adalah jenis tanaman yang bisa tumbuh cepat dan berkembang di banyak daerah di Indonesia. Bambu mudah dicari bahannya sehingga mudah maintenance-nya.

Desain Homestay Jabu Na Ture terinspirasi dari bentuk Jabu Bolon khas Rumah Tradisional suku Batak Toba. Namun dengan modifikasi material bambu yang lebih murah dan eco-friendly.

Pembangunan homestay ini didanai oleh Kementerian Pariwisata untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana mempertahankan ciri khas setempat atau arsitektur nusantara, dan menjadikan homestay sebagai salah satu usaha pariwisata masyarakat. Untuk selanjutnya pembangunan homestay sangat terbuka untuk didanai oleh investor lainnya.

Keberadaan dua homestay di tengah masyarakat dan di wilayah otoritatif Danau toba ini diharapkan menumbuhkan ketertarikan bagi anggota masyarakat lainnya untuk menjadikan rumah tinggalnya sebagai homestay dan desa dapat menjalankan usaha pariwisata secara mandiri.

Arief juga sempat berkunjung ke Tomok. Dia meninjau Pasar Cinderamata dan Objek Wisata Budaya Sigale-gale yang ada di depan rumah-rumah adat yang khas itu.

"Ya, jika ingin menjadi global players maka pastikan selalu menggunakan global standard," tutur Arief yang sempat bertemu dengan Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis).

Dalam pertemuan dengan PokDarWis itu, diketahui bahwa perkembangan homestay semakin marak dan butuh support dari pemerintah pusat. Saat ini, telah terdata 14 unit homestay yang membutuhkan bantuan peremajaan dari sisi interior.

Arief merespons positif informasi dan permohonan dukungan PokDarWis setempat, dan menyatakan Kemenpar akan mendukung 20 paket peremajaan interior homestay yang akan diberikan selambat-lambatnya Desember 2017.

Sementara itu, untuk revitalisasi bangunan dan toilet, Arief akan berkoordinasi dengan K/L teknis terkait seperti PUPR.

Arief juga melihat sudah ada masuknya instansi lain yang mendukung pariwisata di Tomok, seperti Pelindo, dan berharap PokDarWis dengan didukung Bupati semakin gencar berkoordinasi lintas sektor untuk pengembangan pariwisata yang memakmurkan masyarakat lokal. (adv/adv)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads