Penjelajahan Tim Petualang Sumatera Utara 1 terus berlanjut. Ini seiring dengan komitmen kami menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin untuk mengenal lebih jauh Sumatera Utara. Obyek wisata di Sumatera Utara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ini karena Sumatera Utara kaya akan spot-spot menarik untuk wisata alam, kuliner dan budaya. Salah satunya adalah wisata budaya yang memperkenalkan Suku Adat Karo di Desa Lingga yang terletak sekitar 50 km dari kota Medan.
Banyak hal menarik yang dapat ditemukan di Desa Lingga ini. Ketika memasuki Desa Lingga, anda akan disambut dengan Rumah Adat Suku Karo yang telah berumur lebih dari 250 tahun. Rumah ini berbentuk semacam rumah panggung yang terbuat dari kayu. Di bagian bawah, ada semacam "basement" yang dari dulu hingga sekarang dipergunakan sebagai kandang hewan yang dipelihara pemilik rumah seperti kerbau, babi dan lain sebagainya. Selain itu, hal menarik lainnya dari Rumah Adat ini adalah tanduk kerbau yang dipasang di atapnya. Ini diyakini dapat menolak kesialan.
Jika anda berkunjung ke Desa Lingga, jangan lupa mampir di Tourist Office. Disana anda bisa menemukan Keteng-Keteng yang merupakan alat musik tradisional daerah setempat dan kalender. Betul, kalender. Jangan salah, kalender Suku Adat Karo berbeda dengan kalender yang kita pergunakan saat ini. Kalendernya terbuat dari potongan bambu yang diikatkan di sebuah pegangan dan berukir angka tanggal diatasnya. Ini dahulu dipergunakan oleh masyarakatnya untuk menentukan tanggal pernikahan, dengan cara diputar-putar di atas kepala kemudian memilih salah satu. Angka yang tertulis diatasnyalah yang akan menjadi waktu untuk melangsungkan pernikahan.
Masyarakat Desa Lingga sebagaian besar bekerja sebagai pembuat keranjang dari bambu dan menanam jeruk untuk dijual. Keramahan masyarakatnya akan membuat anda betah berlama-lama berkunjung di desa ini. Untuk sampai ke desa ini anda harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Medan dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Tidak ada biaya khusus yang harus dikeluarkan ketika berkeliling desa selain donasi seikhlasnya yang akan dimasukkan sebagai uang kas desa.
Penjelajahan Desa Lingga merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa bagi kami. kami berharap suatu saat dapat kembali kesana dan bisa mengeksplor lebih detail lagi mengenai Suku Karo.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi