"Dek, sini dek dicoba dulu aja ga apa apa", panggil seorang ibu kepada saya ketika berjalan-jalan sore di Pasar Buah Berastagi. Ibu berjilbab ini kemudian saya ketahui sebagai Ibu Dedek. Beliau merupakan salah satu dari sekian banyak penjual buah di Kota Berastagi, Sumatera Utara.
Saya memang telah dipanggil dan ditawari oleh beberapa penjual buah sepanjang Pasar Buah berastagi ketika menelusuri pasar buah tersebut. Namun, karena memang belum ada yang pas dihati, membuat saya harus menolak tawaran dari para penjual. Dengan sikap yang santun tentunya. Berbeda dengan penjual-penjual sebelumnya, entah kenapa saya akhirnya berhenti lama di Toko Buah "Dedek dan Dadang" milik Ibu Dedek ini.
Ibu Dedek adalah seorang ibu yang memiliki 2 orang anak. Anak yang tua bernama Dedek, sedangkan adiknya bernama Dadang. Ramahnya beliau membuat pengunjung betah berlama-lama di tokonya. Ibu Dedek bahkan 'memerintahkan' saya untuk mencoba satu per satu buah-buahan yang dijualnya. Walaupun saya sudah mencoba menolak, namun beliau tetap memaksa.
"Orang-orang lain saja ibu suruh coba juga, apalagi mas yang datang dari jauh" Kata Ibu Dedek ketika mengetahui saya asli Ambon, Maluku.
Rasa penasaran akhirnya membuat saya bertanya mengenai karirnya sebagai penjual buah. Ternyata, beliau telah berjualan di Pasar Buah Berastagi selama hampir 20 tahun. Dari mulai berjualan dengan bahasa Medan, hingga bisa melayani dengan bahasa Inggris karena cukup banyak turis yang berkunjung ke tokonya.
"Ibu sudah jualan di sini dari 20 tahun yang lalu. Dari mulai Kota Berastagi masih sepi sampai ramai dengan turis seperti sekarang ini. I speak english too now." Pamer Ibu Dedek, sambil memotong jeruk untuk saya coba.
Menurut Ibu Dedek, Pasar Buah Berastagi ini memang layaknya spot-spot wisata lainnya, yang ramai dikunjungi ketika akhir minggu. Dihari-hari biasa, pasar cenderung sepi dan berdampak pada pemasukan beliau yang jauh lebih kecil di hari Sabtu atau Minggu. Sebagai informasi tambahan, Pasar Buah Berastagi telah ada sejak 200 tahun yang lalu walaupun masih berbentuk pasar biasa yang menjual kebutuhan masyarakat sehari-hari. Hingga akhirnya pemerintah setempat mengeluarkan aturan untuk mengkhususkan pasar ini menjual buah-buahan dan sejenisnya.
Ini bukan artikel berbayar atau artikel yang saya tulis karena Ibu Dedek 'menyogok' saya. Ini adalah tulisan murni dari dalam hati yang membuat saya yakin memang tidak salah bahwa Bangsa Indonesia terkenal dengan keramahannya. Ibu Dedek adalah satu dari sekian banyak orang Indonesia sesungguhnya. Orang Indonesia yang memberikan tamparan keras kepada kita untuk mengingat jati diri bangsa. Bangsa yang ramah dan baik hati terhadap satu sama lain.












































Komentar Terbanyak
Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Cable Tie, Wings Air Buka Suara
Bandara Husein Bangkit Lagi? Farhan Senyum Lebar Dapat Sinyal dari Prabowo
Aduh, Bocah Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan Diduga Kelalaian Orang Tua