Selain benda peninggalan Raja Batak disini juga ditampilkan atraksi kesenian tarian tor tor dan tarian Sigale - gale. Kebetulan hari ini (30/9) pertunjukan dimulai jam 10.30 dan kebetulan bersamaan dengan tim ACI Sumut II ada serombongan orang Belanda sehingga durasi pertunjukan kesenianpun bertambah, biasanya hanya 15 menit pada hari biasa dan hari
Minggu ditampilkan selama hampir 1 jam. Kami beruntung karena menurut guide kami (Pinem) pertunjukan kali ini termasuk lengkap ada 11 tarian yang ditampilkan. Yang menarik dari tarian ini adalah keikut sertaan kerbau dan merpati dalam pertunjukan, jaman dulu kerbau ini dijadikan persembahan penolak bala, dan kepalanya akan di ditempatkan di atas atap rumah sebagai penolak bala. Dahulu kala tarian ini biasa dilakukan untuk meminta hujan dan menghentikan hujan, tarian Sigale - gale juga kadang ditampilkan untuk meringankan hati sang raja yang kehilangan putra pewaris tunggal yang meninggal karena sakit. Tarian Sigale - gale ditampilkan untuk mengenang sang putra raja, Sigale - gale sendiri terbuat dari patung kayu, konon diukir menyerupai putera raja. Untuk melepaskan kerinduannya saudara perempuannya menari dengan sigale - gale.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(gst/gst)











































Komentar Terbanyak
Terpopuler: Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Sempat Terdeteksi di Masjid
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Media Asing Ikut Soroti Polemik Entourage Bali yang Diduga Diskriminasi WNI