Hampir di setiap rumah yang dibelakangnya berdiri sumber mata air panas mempunyai kolam permandian sendiri dan bisa disewakan kepada pengunjung yang ingin beredam dan bersantai di tempat ini. Ketika tim ACI datang memang suasana agak sepi, biasanya tempat ini ramai dikunjungi warga sekitar ketika weekend dan hari libur. Kami penasaran ingin melihat bagaimana bentuk mata air panas Sipoholon ini, karena terlihat sangat besar sekali dari depan rumah warga. Maka tim pun diantar oleh seorang anak bernama Fernando (12) dan Bernard (14) untuk melihat secara langsung mata airnya. Perjalanan pun lumayan berat karena harus mendaki bebrapa tebing karang untuk mencapai diatas. Meskipun terlihat dekat namun pengunjung harus hati-hati jangan sampai salah injak tanah, karena bisa jadi kaki terperosok kedalam tanah basah yang mengalir air panas.
Setelah berjalan sedikit mendaki akhirnya tiba juga di sebuah batu besar yang didalamnya terdapat mata air panas, sayang tidak dapat melihat secara langsung karena mata air ini terdapat dibawah batu karang yang kami naiki saat ini. Hanya terdengar suara seperti air mendidih dari dalam sana. Ternyata tidak hanya ini saja mata airnya, Fernando pun mengajak kami naik keatas lagi untuk melihat mata air yang kedua. Ternyata benar sumber air panas ini ada dua dan sangat luas. Warga menyakini tempat ini dahulu adalah gunung berapi yang sudah tidak aktif dan air panas ini berasal dari bekas gunung ratusan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(gst/gst)
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Bisa-bisanya Anggota DPR Usulkan Gerbong Rokok di Kereta