Panik! Itu yang dirasakan ketika Halida membangunkan saya. Bagaimana tidak? Jadwal keberangkatan pesawat Jakarta - Maumere pukul 06.30 dan saya baru saja bangun. Saya masukkan semua barang yang masih tercecer dengan paksa ke dalam ransel. Saya tinggalkan keharusan mengosok gigi dan mandi. Kata 'terlambat' yang dicetak kapital menghujam saya dengan penyesalan mendalam.
Saya paksa supir taksi melaju dengan kecepatan penuh. Bunyi 'beep' nyaring terdengar, memperingatkan bahwa mobil dipacu dengan kecepatan lebih dari 160km/jam. Halida terdiam. Simbah dan Bhaga berkali-kali memperingatkan pak supir untuk berhati-hati. Saya hanya mengutuki diri karena terlambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya terobos kerumunan orang sembari mengacuhkan teriakan mereka. Saya tidak peduli. Egois, tapi akhirnya saya dapat tersenyum puas di atas ketinggian 35.000 kaki, dalam pesawat Jakarta - Denpasar pada pukul 06.30 dan bertemu dengan guide kami, Pak Yoakim ketika pesawat Denpasar - Maumere mendarat dengan mulus di Bandara Frans Seda, Maumere pada pukul 13.05.
(utine)
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal