Seorang pramugari membeberkan beberapa rahasia pilot atau kru kokpit yang mungkin belum banyak diketahui. Salah satunya, pilot dilarang menahan kentut.
Adalah Barbara Bacilieri, pramugari itu. Dia kerap membagikan pengalamannya melalui akun Barbie Bac.
Menurut Barbara, pilot dan kopilot tidak boleh menyantap makanan yang sama selama penerbangan. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko keracunan makanan secara bersamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahukah kamu kalau pilot selalu makan makanan yang berbeda? Tujuannya untuk menghindari kemungkinan keracunan makanan," kata Barbara dikutip DailyStar, Minggu (17/5/2026).
Barbara menjelaskan bahwa kapten dan kopilot harus memilih menu berbeda agar jika salah satu makanan bermasalah, masih ada pilot lain yang tetap dalam kondisi sehat.
"Karena itu kapten dan kopilot selalu memilih menu yang berbeda," dia menambahkan.
Biasanya sang kapten menentukan pilihan lebih dulu, kemudian kopilot mengambil menu alternatif yang tersedia. Selain itu, kru kabin juga harus memastikan makanan pilot sudah benar sebelum pesawat lepas landas.
"Pramugari harus memastikan makanan yang dibawa ke pesawat sudah benar sebelum penerbangan dimulai," ujar dia.
Satu hal lagi yang disampaikan Barbara adalah terkait keselamatan penerbangan adalah bahwa pilot 'dilarang' menahan kentut sekaligus alasan kuat di baliknya. Dia mengatakan menahan kentut dinilai bisa mengganggu konsentrasi pilot.
"Di ketinggian tinggi, tekanan atmosfer turun, yang memperluas volume gas internal. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan di kokpit ketika pilot seharusnya fokus pada pekerjaan mereka, bukan meringis kesakitan karena kembung dengan gas. Itulah mengapa selalu disarankan agar pilot, jika memang perlu, membiarkannya (kentut) keluar," kata dia.
Video Barbara yang penuh dengan fakta menarik ini telah ditonton 139 ribu kali dan menuai banyak komentar positif.
"Kualitas video Anda luar biasa, Barbie. Terima kasih telah bekerja keras untuk memberikan konten terbaik," ujar salah satu pengguna.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong