Sektor Pariwisata Jadi Andalan Baru Pendongkrak Devisa Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sektor Pariwisata Jadi Andalan Baru Pendongkrak Devisa Indonesia

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Rabu, 20 Mei 2026 20:04 WIB
Wisatawan mancanegara berfoto dengan wisatawan domestik saat berkunjung di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026). Sebanyak 1.000 lebih wisatawan mancanegara dari kapal pesiar Ocean Regatta dan Ocean Sirena yang ber
Ilustrasi pariwisata Indonesia. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Jakarta -

Di awal tahun 2026 ini menjadi momentum baik bagi sektor pariwisata dalam kontribusi perekonomian di Indonesia. Hal itu juga diakui oleh Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Airlangga Hartanto.

Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026 yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Pariwisata, Rabu (20/5/2026). Ia menyebutkan pada awal tahun 2026 ini kinerja ekonomi bergerak 5,64% hingga mencapai target dan menjadi fondasi yang kuat, di tengah situasi yang tidak menentu ini.

Sektor pariwisata dari paparannya menjadi salah satu andalan pendongkrak devisa. "Jadi kalau kita lihat ada dua. Perjalanan wisatawan mancanegara (wisman) tahun lalu mencapai 15,39 juta dengan pengeluaran sebesar 1,2 miliar USD," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan ini merupakan tren positif, di mana wisatawan Nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar perjalanan. Dan di triwulan pertama, perjalanan wisnus sebesar 319 juta dan wisman sekitar 3,44 juta," lanjut Airlangga.

ADVERTISEMENT

Kemudian, Airlangga menjelaskan target sektor pariwisata untuk PDB nasional adalah 5%, dengan perolehan devisa diharapkan mencapai 39,4 miliar USD. Angka tersebut menurutnya setara dengan nilai ekspor utama yang dimiliki Indonesia yaitu batu bara dan sawit.

"Maka ini adalah domestic engine of growth yang harus kita pacu. Nah sektor ini tentu mempunyai paradigma baru untuk memperkuat kompetensi SDM, kemudian kualitas destinasi, serta aksesibilitas daripada tujuan pariwisata," ungkapnya.

Rekor Capaian Devisa Pariwisata

Rakornas Pariwisata 2026 di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (20/5/2026)Rakornas Pariwisata 2026 di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Menyambung hal tersebut, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan bahwa di tahun lalu devisa pariwisata mencatatkan angka tertinggi dalam sejarah, sebesar Rp 305,47 triliun. Bukan cuma itu perjalanan wisnus di tahun lalu juga mencatatkan hal yang positif, meningkat 17,6%.

"Capaian devisa pariwisata menembus angka 18,27 miliar USD atau setara dengan Rp 305,47 triliun. Dalam segi perjalanan wisatawan Nusantara tahun 2025 mencatat 1,2 miliar perjalanan yang tumbuh 17,6 persen dibandingkan tahun 2024," kata Widi.

Widi menyampaikan dengan capaian tersebut harapannya mampu menjadi tren positif di kemudian waktu. Mengingat situasi global saat ini yang masih abu-abu, mulai dari geopolitik, tekanan ekonomi hingga perubahan perilaku wisatawan.

"Jadi situasi ini tidak hanya menuntut kita untuk mampu bertahan tetapi juga bertransformasi secara tangguh dan adaptif," jelasnya.




(upd/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads