Jalan-jalan Sambil Belajar & Bersihkan Kota Yuk!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Lucia Nancy|4811|KEP. BABEL & SUMSEL|43

Jalan-jalan Sambil Belajar & Bersihkan Kota Yuk!

- detikTravel
Senin, 15 Agu 2011 10:30 WIB
Sumatera Selatan - Teriakan sekumpulan anak kecil menyeruak dari dalam Kampung Kapiten. Raut wajah mereka memancarkan senyum yang tak bisa tergantikan indahnya, begitu murni dan penuh kebahagiaan. Rabu pagi, 6 Oktober 2010, saya dan Rainer Oktovianus siap berwisata kota dengan anak-anak Laskar Musi!

Laskar Musi, begitulah saya dan rekan memberi julukan kepada anak-anak dari Kampung Kapiten. Kami menjemput mereka karena sudah janji akan kembali untuk mengajak berwisata ke Taman Wisata Punti Kayu. Dengan baju merah seperti yang sudah disepakati sebelumnya, kami terlihat kompak dan segera meluncur ke tempat tujuan.

Taman Punti Kayu adalah sebuah hutan lindung yang terletak sekitar 7 km dari pusat kota Palembang. Untuk orang dewasa, harga karcisnya Rp 3.000,-, anak-anak Rp 2.000,- dan dikenakan biaya Rp 1.500,- untuk parkir mobil. Taman ini mempunyai beberapa kawasan di dalamnya, ada wilayah taman rekreasi, wilayah hutan lindung, wilayah perkemahan, serta wilayah danau dan rawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tempat wisata dan keluarga, begitulah konsep dari taman ini. Tak heran jika melihat berbagai fasilitas menjadi penunjang di wilayah taman rekreasi dan membuat kawasannya paling ramai dikunjungi ketika akhir pekan. Ada kolam renang, pos-pos tempat berteduh, kebun binatang, sarana permainan, dan juga sarana olah raga seperti flying fox. Sudah tentu ramai dipenuhi anak-anak!

Sayangnya, karena bukan hari Sabtu atau Minggu, sarana permainan tidak dibuka untuk umum. Taman satwalah yang akhirnya menarik perhatian anak-anak Laskar Musi di antara kawasan-kawasan Taman Wisata Punti Kayu. Ada banyak sekali hewan yang bisa mereka lihat, ada marmut, burung kasuari, burung elang, monyet, kera, siamang, ular sanca, dan lainnya. Mereka juga bisa belajar tentang bahasa latin dari binatang-binatang tersebut, makanannya, serta habitat aslinya.

Sambil berjalan-jalan dan belajar tentang hewan, saya dan rekan petualang selalu menanamkan pada anak-anak untuk memungut sampah jika mereka menemukannya di jalan. Tak disangka, antusiasme mereka begitu besar. Anak-anak mengumpulkan sampah dan membuangnya ke tong-tong terdekat. Tak lupa, saya pun bercerita sedikit tentang pentingnya merawat alam dengan mulai melakukan kegiatan-kegiatan sederhana di sekitar kita. Rasanya senang sekali karena mereka cepat menyerap. Wisata kali ini jadi sempurna karena selain bisa jalan-jalan, kami bisa belajar, berbagi,dan ikut membersihkan hutan lindung! Enjoy the city and let’s travel responsibly! [@lucianancy]
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads