Laskar Musi, begitulah saya dan rekan memberi julukan kepada anak-anak dari Kampung Kapiten. Kami menjemput mereka karena sudah janji akan kembali untuk mengajak berwisata ke Taman Wisata Punti Kayu. Dengan baju merah seperti yang sudah disepakati sebelumnya, kami terlihat kompak dan segera meluncur ke tempat tujuan.
Taman Punti Kayu adalah sebuah hutan lindung yang terletak sekitar 7 km dari pusat kota Palembang. Untuk orang dewasa, harga karcisnya Rp 3.000,-, anak-anak Rp 2.000,- dan dikenakan biaya Rp 1.500,- untuk parkir mobil. Taman ini mempunyai beberapa kawasan di dalamnya, ada wilayah taman rekreasi, wilayah hutan lindung, wilayah perkemahan, serta wilayah danau dan rawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, karena bukan hari Sabtu atau Minggu, sarana permainan tidak dibuka untuk umum. Taman satwalah yang akhirnya menarik perhatian anak-anak Laskar Musi di antara kawasan-kawasan Taman Wisata Punti Kayu. Ada banyak sekali hewan yang bisa mereka lihat, ada marmut, burung kasuari, burung elang, monyet, kera, siamang, ular sanca, dan lainnya. Mereka juga bisa belajar tentang bahasa latin dari binatang-binatang tersebut, makanannya, serta habitat aslinya.
Sambil berjalan-jalan dan belajar tentang hewan, saya dan rekan petualang selalu menanamkan pada anak-anak untuk memungut sampah jika mereka menemukannya di jalan. Tak disangka, antusiasme mereka begitu besar. Anak-anak mengumpulkan sampah dan membuangnya ke tong-tong terdekat. Tak lupa, saya pun bercerita sedikit tentang pentingnya merawat alam dengan mulai melakukan kegiatan-kegiatan sederhana di sekitar kita. Rasanya senang sekali karena mereka cepat menyerap. Wisata kali ini jadi sempurna karena selain bisa jalan-jalan, kami bisa belajar, berbagi,dan ikut membersihkan hutan lindung! Enjoy the city and letβs travel responsibly! [@lucianancy]
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Prabowo Beri Lampu Hijau, Bandara Husein Sastranegara Mulai Bersolek
Jokowi Dapat Gelar Baginda Pemuka Bangsa dari Keraton Kagungan Lampung, Apa Maknanya?