Yang Beda dari Baduy Dalam dan Baduy Luar
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bella moulina|50030|BANTEN|14

Yang Beda dari Baduy Dalam dan Baduy Luar

- detikTravel
Selasa, 10 Mei 2011 13:03 WIB
BANTEN - Kang Erwin, guide kami selama di Baduy banyak menceritakan banyak hal. Obrolan saya dengan beliau masih terekam dalam buku kecil nan lusuh yang saya pegang. Meski banyak perbedaan antara kehidupan Baduy Dalam dan Baduy Luar, mereka memiliki kesamaan, ramah dan suka bicara.
Β 
Andai waktu bisa terulang, kunjungan ke Baduy Dalam nggak cukup rasanya. Pertama kali menginjakkan kaki di rumah orangtua Kang Erwin, dimana kami bermalam disana, saya terpana melihat keluarga tersebut. Raut wajahnya halus, tegap, sorot mata yang tajam, dan garis-garis hidup pekerja keras tampak di bola mata mereka.
Β 
Seketika saya melihat pakaian mereka. Orang Baduy Dalam memakai pakaian berwarna putih, dan juga ikat kepala berwarna serasi. Sedangkan Baduy Luar mengenakan ikat kepala berwarna biru bermotif batik. Kang Erwin menjelaskan lebih rinci kepada saya.
Β 
β€œSelain pakaian, tekstur pakaiannya pun berbeda. Bahan kain Baduy Dalam kasar dan terbuat dari kapas, sedangkan Baduy Luar memiliki bahan kain yang licin, halus, dan tidak selalu berbahan kapas, alias bebas. Bahkan ada peraturan yang menyebutkan kalau orang Baduy Luar boleh memakai pakaian Baduy Dalam, tapi orang Baduy Dalam tidak boleh memakai pakaian Baduy Luar. Ini sudah adatnya, karena orang Baduy Luar lah yang mengikuti cara berpakaian Baduy Dalam,” paparnya.
Β 
Ikat kepala orang Baduy Dalam pun terbagi menjadi dua, Koncer dan Telekung. Koncer khusus untuk pria yang masih muda, sedangkan Telekung bagi mereka yang sudah tua. Ikat kepala Koncer ini bisa menutup kepala, dan bisa juga bebas, tetapi bagi mereka yang mengenakan Telekung, diwajibkan untuk menutup seluruh bagian kepala lho, tanpa ada helai rambut sedikit pun. Beda halnya dengan Romar, ikat kepala berwarna biru bermotif batik ini digunakan oleh orang Baduy Luar. Contohnya saja Kang Erwin yang memakai Romar.
Β 
Penduduk yang memiliki kepercayaan Sunda Wiwitan ini juga berbeda dalam pembuatan pakaian. Kebanyakan orang Baduy Dalam mebuat baju selama satu minggu dan tidak diperbolehkan berwarna-warni. Itupun mereka mengerjakannya dengan tangan sendiri. Tapi, pakaian orang Baduy Luar bisa dikerjakan dalam hitungan menit. Cukup lima menit dengan mesin jahit, semuanya beres!
Β 
Kang Erwin juga menjelaskan mengapa orang Baduy Dalam dan Baduy Luar tidak sama. β€œSemuanya berangkat dari tradisonal. Kalau orang Baduy Dalam, mereka sama sekali tidak memakai paku ketika membangun rumah, sedangkan orang Baduy Luar boleh memakai paku. Bahkan dari modernitas pun, orang Baduy Luar sudah mengenal Televisi dan Handphone, sedangkan orang Baduy Dalam masih kental memegang aturan adatnya,” ujar beliau.
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads