Pasar Hong Kong sendiri terletak di Jalan Bawal dan sekitarnya -- terletak tepat di pusat kota dan dapat dicapai melalui kendaraan darat. Gelaran 'Hong Kong' sendiri jelas didapat karena mayoritas penjual di sini merupakan masyarakat Kota Singkawang yang memiliki garis keturunan Tionghoa. Pasar ini baru mulai menggeliat ketika waktu menunjukkan sore hari, biasanya selepas waktu Maghrib, dan beroperasi hingga dini hari. Di luar jam itu, sekitaran jalan ini berubah menjadi jalan raya biasa tempat berlalu lalangnya berbagai kendaraan bermotor.
Makanan yang dijual juga merupakan penganan khas malam yang biasanya diburu oleh banyak orang, seperti Martabak, Mie Bakso Ayam, Nasi Goreng dan lainnya. Tak perlu khawatir bagi Anda yang sedikit ragu untuk membeli makanan karena 'kadar halal' yang terdapat dalam makanan yang dijajakan di sini. Para penjual cukup baik untuk meletakkan tulisan 'non halal' di gerobak dagangannya atau memperingatkan para pembeli langsung jika penganan yang mereka jual tidak cukup aman dikonsumsi para konsumen Muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bervariasinya jenis dagangan yang dihadirkan di Pasar Hong Kong ini seperti merefleksikan keadaan struktur sosial masyarakat Singkawang yang terdiri dari beberapa etnis yang berbeda, namun tetap mampu tampil dan bersikap berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain.
Sebuah pemandangan yang cukup mampu untuk membuat Anda tersenyum.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung