Malam terakhir di Kei kami menyampatkan mengeksplor wisata kuliner, khususnya makanan tradisional di Tual. Di sini jika malam tiba terdapat beberapa pasar malam.
Pasar malam di sini berbeda dengan pasar malam yang ada di Jawa. Pasar malam di sini adalah kumpulan pedagang yang menggelar dagangan mereka. Dagangan ini berupa makanan tradisional Tual.
Pasar malam ini terdapat di beberapa tempat, diantaranya di halaman kantor Dinas Pendapan Daerah Jl Panglima Sudirman dan di Pasar Tual yang terletak di sekitar pelabuhan Tual.
Makanan yang dijual di sini adalah makanan tradisional dan macamnya beragam. Mualai dari makanan olahan yang berbahan dasar ikan laut baik ikan teri maupun ikan ikan yang berukuran agak besar sebagai lauk pauk, kemudian ada embal sebagai makanan pokok pengganti nasi, sir-sir dan lat.
Embal sendirmerupakan makanan pokok pengganti nasi yang berasal dari singkong. Sir-sir adalah sayuran berkuah yang terbuat dari daun singkong.Lat adalah makanan yang berbahan dasar rumput laut yang berbentuk seperti anggur tetapi ukurannya lebih kecil, berwarna hijau dan diberi parutan kelapa yang sudah dibimbui seperti uarap-urap kalau di jawa dan rasanya sedikit masam dan segar, kalau dimakan teksturnya seperti caviar. Oleh masyarakat sekitar biasanya juga disebut sayur dari laut.
Setelah kami membeli makanan tradisonal tersebut kami berkumpul di tepi laut sambil menikmati makanan tradisonal Kei. Cara makannya adalah Embal dipadukan dengan sir-sir dan lat yang merupakan pengganti sayur dengan lauk ikan. Akhirnya malam itu kami menikmati kuliner khas Tual. (gst/gst)










































