NUSA TENGGARA TIMUR - Desa Anin terletak di kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sesampainya kita di Desa Anin yang kita lakukan adalah mengunjungi Kepala Desa yaitu Bapak Cornelis Kaseh. Kebiasaan daerah Timor Tengah Selatan, adalah meminta izin untuk memasuki wilayah suatu daerah. Dengan diwakili oleh pemandu kita, menggunakan bahasa setempat maka proses adat penerimaan dilakukan. Memberikan 2 pasang pinang sirih dengan sejunlah mata uang diserahkan dan langsung disambut dengan senyuman lebar, pertanda kita diterima dengan baik.Kepala Desa sangat terkejut dengan kunjungan kita, karena jarang sekali Desa mereka didatangi oleh wisata lain. Setahun yang lalu ada mahasiswa Kedokteran dari Universitas Indonesia berkunjung untuk melakukan kunjungan social untuk membantu dalam hal kesehatan warga setempat.Penduduk Desa Anin umumnnya adalah masyarat yang sehar harinya bertani, berladang dan berternak sebagai kegiatan dan mata pencarian mereka. Didekat Desa Anin terdapat Pasar Tradisional yang terkenal dengan pasar tradisional nomor dua di kabupaten Timor Tengah Selatan, yang letaknya disekitar Desa Oin’Lasi.Kemudia kita diundang untuk mengunjungi Kantor Kepala Desa yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya, sekitar 100 meter. Kantor yang sangat sederhana sekali. Kita berbincang dan melihat lihat sekitar Kantornya. Saatnya kita mohon pamit untuk mengelilingi Desa Anin. Sebelum kita beranjak, kita dilepas dengan pelepasan secara Adat. Kita kembali memberikan 2 pasang pinang sirih dengan sejumlah mata uang yang kita berikan sebagai donasi Desa Anin, setelah pemberian kita diterima, kita dilepas dengan pengalungan selendang yang diberikan langsung oleh Bapak Cornelis. Cara adat ini adalah sebagai tanda pendekatan budaya setempat khususnya dilakukan di daerah Timor Tengah Selatan.Pengalaman yang tidak luar biasa yang kita alami, betapa kita dihormati sekali dengan kunjungan singkat ke Desa Anin tersebut, serasa Pejabat kita. Tersenyum dalam hati.
(gst/gst)