Setelah mencari informasi, akhirnya kami memutuskan menuju Desa Margasari yang konon terkenal dengan pernak-pernik anyaman rotannya. Hanya berselang 1 jam perjalanan, kami pun mulai memasuki perkampungan yang ternyata menyuguhkan pemandangan pagi yang luar biasa. Pemandangan yang sangat kental dengan aktifitas pedesaan. Pemandangan tentang warga yang sedang membuat anyaman rotan, menjahit, membuat perangkap ikan, mamanen padi serta ada yang hanya sekedar berkumpul dan berbincang sembari menyaksikan indahnya Jembatan Margasari.
Saya pun sedikit mengajak mereka berbicara hingga akhirnya saya mendapatkan informasi tentang keberadaan pengepul kerajinan anyaman rotan warga yang di koordinir oleh seorang wanita paruh baya bernama Ibu Wahdah. Menjumpai wanita tersebut membuahkan informasi untuk saya bertambah tentang hak paten yang telah dimiliki oleh Desa Margasari yang dinyatakan sebagai pencetus pertama kerajinan anyaman rotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































Komentar Terbanyak
Viral 3 WN Israel Diusir Pemilik Gym di Ubud: Ini Bukan Tentang Agama
Gunung Lokon, Highland Tomohon yang Bikin Betah Menjauh dari Hiruk Pikuk Kota
Api Padam, Bromo Segera Dibuka Lagi buat Wisatawan