Api yang melahap kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah dipadamkan. Kawasan itu akan segera dibuka lagi buat wisatawan.
Kondisi terkini TNBTS itu dipastikan oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kawasan tersebut kembali dibuka untuk wisatawan mulai 20 Agustus 2026.
"Kebakaran yang terjadi selama 13 hari, alhamdulillah, akhirnya dapat dipadamkan berkat kerja sama berbagai macam kementerian dan lembaga beserta pemerintah daerah," kata Raja Juli dalam rapat kerja Komisi IV DPR bersama Kemenhut di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026), dikutip dari detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada hari ini secara resmi saya atas nama Menteri Kehutanan Republik Indonesia mengumumkan bahwa pembukaan kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sejak tanggal 20 Agustus yang akan datang," dia menegaskan.
Raja Juli sekaligus meminta masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kawasan Bromo. Dia mengingatkan agar insiden serupa tak terulang.
"Kita tahu betapa habisnya tenaga, habisnya dana, dan akhirnya juga mengakibatkan ekowisata kita tidak berjalan, masyarakat juga rugi," kata dia.
"Oleh karena itu, jaga benar, jangan sampai memakai api unggun yang kemudian membakar, puntung rokok, apapun yang kemudian justru akan membuat nanti kebakaran kembali di Bromo Tengger Semeru tersebut," dia menambahkan.
Raja Juli mengatakan pemadaman api di TNBTS dilakukan oleh Manggala Agni, tim Balai Taman Nasional TNBTS, BPBD, BNPB, sukarelawan-sukarelawan Masyarakat Peduli Api, hingga TNI, Polri. Pemadaman, kata dia, didukung oleh dua unit helikopter water bombing BNPB serta helikopter drone sprayer dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
"Kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah jarak sumber air untuk water bombing yang cukup jauh, sehingga sortie menjadi terbatas dan hanya dua unit helikopter yang tersedia," kata dia.
"Berdasarkan data terkini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1.120 hektare," dia menambahkan.











































Komentar Terbanyak
Gunung Lokon, Highland Tomohon yang Bikin Betah Menjauh dari Hiruk Pikuk Kota
Malaysia Mulai Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Kebakaran Hutan RI
Sungai-Sungai Eropa Menyusut Kering, Krisis Air hingga Ganggu Pariwisata