Waktu berlalu, orang-orang yang beritikad tidak baik mulai melempari burung-burung di goa tersebut agar mendapatkan banyak sagu. Tapi apa yang didapat, Burung pembawa sagu itu pun pergi. Penduduk pun harus bersusah payah untuk mendapatkan sagu kembali. Seakan memberi pelajaran kepada penduduk sekitar akibat perbuatan jahat dan serakah mereka.
Sekarang, penduduk setempat memberi nama Goa dan tebing tersebut dengan nama Hatu Sukun. Bekas-bekas sagu pun masih terlihat jelas menempel di tebing layaknya stalagtit. Menggantung menghadap laut. (gst/gst)











































Komentar Terbanyak
Amerika Serikat Tangguhkan Pengajuan Visa Imigran di Seluruh Dunia
Duh! Temuan Celana Dalam-Kutang Wanita Berserakan Menodai Gunung Tangkil
Si Paru-Paru Dunia Itu sedang Terluka dengan Cara Paling Menyakitkan