Perahu pinisi memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang. Perahu pinisi biasanya digunakan untuk mengangkut barang banyak dalam perjalanan jauh.
Proses pembuatan perahu pinisi dibutuhkan ketelitian, keahlian dan juga ritual yang wajib dilakukan. Pembuatan perahu pinisi pun bisa memakan waktu berbulan-bulan lamanya, tergantung ukuran yang dibuat. Kayu untuk membuat perahu pinisi diambil dari pohon welengreng atau disebut pohon dewata yang terkenal sangat kuat dan tidak mudah rapuh. Para pembuat perahu tidak menggunakan rancangan tulisan atau gambar dalam membuat perahu pinisi. Mereka hanya menggunakan pengetahuan dan pelajaran yang telah diajarkan oleh leluhur dan nenek moyang mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap tahap-tahap pembuatan perahu pinisi selalu dilakukan ritual. Ritual yang dilakukan adalah penentuan hari baik untuk mencari kayu untuk perahu, hari baik untuk mencari kayu biasanya jatuh pada hari ke-5 dan ke-7 pada bulan tersebut, lalu saat menebang pohon welengreng, mereka melakukan upacara khusus untuk mendapat restu dari 'sang penunggu' pohon tersebut, kemudian beberapa upacara ritual pada saat memasang lunas, papan, mendempulnya, dan tiang layar. Tahap terakhir adalah saat peluncuran perahu ke laut, yaitu mengadakan upacara maccera lopi, mensucikan perahu, yang ditandai dengan penyembelihan binatang.
Menurut cerita di dalam naskah Lontarak I Babad La Lagaligo, Perahu Pinisi sudah ada saat abad ke-14 M. Naskah tersebut pun menjelaskan, Perahu Pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading, Putra Mahkota Kerajaan Luwu. Dalam sejarahnya, perahu pinisi sudah mengelilingi dunia, mulai dari Somalia hingga ke Kanada. Oleh karena itu, suku Bugis dianggap sebagai salah satu suku terbaik di dunia dalam pembuatan perahu layar.
Melihat pembuatan perahu pinisi dari dekat seolah membuat Anda melihat langsung kejayaan suku Bugis pada zaman dulu dalam berlayar mengelilingi dunia.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau