Gunung Krakatau adalah salah satu pengubah sejarah dunia. Meletusnya gunung ini pada 1883, menewaskan sekitar 36 ribu jiwa karena awan panas dan tsunami yang ditimbulkannya. Sementara abu vulkanisnya menyebar hingga Amerika sana, dan bertahan selama enam bulan!
Tapi, pastinya Anda tidak akan berwisata ke sini hanya untuk mengenang sejarah. Ledakan masifnya menghasilkan Gunung Anak Krakatau, yang bisa Anda daki sampai puncak bila gunung ini dalam keadaan aman!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon, Krakatau punya banyak saudara di antaranya Pulau Handeuleum, Pulau Peucang, dan Pulau Sebesi.
Pulau Peucang adalah surga bagi para pecinta pantai. Laut yang mengelilinginya bergradasi biru tua-biru muda-hijau yang menyatu dengan pantai pasir putih nan lembut. Tak kalah dengan pantai yang ada di Yunani!
Sementara itu, Pulau Handeuleum memiliki magnet bagi pecinta wisata alam liar. Anda bisa menyusuri sungai Cigenter yang membelah pulau ini dengan menggunakan perahu, sambil mengamati aneka satwa liar terutama badak bercula satu.
Pulau Sebesi adalah titik tepat untuk melihat keindahan Gunung Anak Krakatau. Di sini juga terdapat penginapan buat Anda bermalam serta malam mingguan, menikmati petualangan akhir pekan.
Untuk mencapai Krakatau, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah pergi ke Pelabuhan Merak. Setelah itu, kapal Ferry akan mengantar Anda menuju pelabuhan Bakauheni di Lampung.
Namun, jika Anda mengaku seorang petualang sejati, tak ada salahnya melintasi daratan Taman Nasional Ujung Kulon. Siapa tahu Anda bertemu satwa langka selain badak bercula satu!
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha